Blog Opini Kampus

Berani, Kreatif dan Bertanggungjawab

WAGUB: BIROKRASI NTB SIBUK LAYANI DIRI SENDIRI

Ditulis oleh The Young Community di/pada Oktober 24, 2009

31-3-2009-metro3103sin1Mataram, 24/10 (ANTARA) – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir mengakui, institusi birokrasi di daerahnya masih sibuk melayani dirinya sendiri dan bukan memberikan pelayanan yang baik kepada publik sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Demokrasi, Kegiatan, Politik Lokal, Sosial | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Tak Penuhi Persyaratan, 921 Pelamar CPNS di Mataram Ditolak

Ditulis oleh The Young Community di/pada Oktober 22, 2009

berkas_cpns921 orang pelamar untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditolak, karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Asisten III Sekda Kota Mataram, Drs H Syakirin Hukmi di Mataram, Rabu (21/10), mengatakan, persyaratan administrasi itu antara lain berkaitan dengan legalisir ijazah, surat keterangan sehat bukan dari Puskesmas Mataram dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Kemiskinan, Pendidikan, Sosial | Bertanda: , | Leave a Comment »

Lombok Barat Bangkit atau Bangkrut…?

Ditulis oleh The Young Community di/pada September 17, 2009

”Seperti anggapan saat ini, kinerja aparat pemerintahan dipertanyakan. Karena itu, kami mengharapkan bantuannya untuk membantu terlaksananya program di desa-desa. Saya mau menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bekerja,” ujar Zaini Arony, Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dalam rapat koordinasi yang dihadiri para kepala desa se-Lombok Barat di Giri Menang, Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

KHAERUL ANWAR

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Budaya, Demokrasi, Kemiskinan, Politik Lokal, Sosial | Bertanda: , , , , , , | Leave a Comment »

Dua Kuburan, Dua Tanda

Ditulis oleh The Young Community di/pada Agustus 16, 2009

mbah-suripApa yang keluar dari hati akan membekas di hati, seperti spontanitas lagu-lagu Mbah Surip yang bergema di jiwa jutaan pendengarnya. Kekuatan senyawa komunitas inilah yang menjadi kompensasi atas ketidakhirauan negara, yang membuat Indonesia masih bertahan hingga saat ini. Meski demikian, tanpa solidaritas fungsional yang lahir karena tata laksana kenegaraan yang menjamin persamaan dan pemenuhan kesejahteraan bersama, solidaritas kebangsaan mudah retak oleh gerak sentrifugal dari ingatan pedih ketidakadilan dan keterkucilan.

Yudi Latif*
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Budaya, Kemiskinan, Sejarah, opini, seni | 1 Komentar »

Ramadhan Blog and Writing Festival (RBF 09)

Ditulis oleh The Young Community di/pada Agustus 12, 2009

lombok bloggerSering punya pengalam unik, menarik dan menggugah jiwa seputar Ramadhan? Saatnya kamu tulis pengalamanmu dan ikuti Ramadhan Blog and Writing Festival 2009 (RBF 09) dengan tema tema “Ramadhan Dimata Blogger”.

RBF 09 diselenggarakan oleh Lombok Blogger Community (LBC) Bekerjasama dengan Jaringan Islam Kampus (Jarik) Mataram, Lombok Hosting Media dan Opini Kampus.
Festival dilaksanakan mulai 1 s/d 30 Ramadhan 1429 H.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Lomba, Menulis, blog | Bertanda: | 17 Komentar »

Mahasiswa Perlu “Jual Diri”!

Ditulis oleh The Young Community di/pada Agustus 8, 2009

“Jumlah lulusan semakin banyak dan sayangnya tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada, sehingga yang dibutuhkan saat ini bukan lagi tenaga kerja tetapi para pembuat pekerjaan,” ujarnya.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya, Enterpreneurship, Kampus, Mahasiswa, Pendidikan | 3 Komentar »

SBY: Bimbingan Agama dan Pendidikan untuk Tangani Terorisme

Ditulis oleh The Young Community di/pada Juli 31, 2009

sby-dalam-1Jakarta – Penanganan akar masalah terorisme tidak bisa hanya dengan pendekatan kepolisian. Diperlukan pendidikan dan bimbingan keagamaan yang bebas radikalisme.

Sebab mayoritas pelaku terorisme diketahui mendapatkan dorongan dari ajaran keagamaan dengan konsep yang radikal. Bagi mereka aksi teror terkait dengan jalan untuk menuju ke surga.

Demikian kata Presiden SBY dalam rakor dengan seluruh gubernur plus TNI dan Polri. Rakor melalui video conference berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/7/2009).

“Ini soal konsep berpikir, tidak bisa diatasi dengan sistem senjata apa pun. Cara mengatasinya membangun alam berpikir yang tepat. Maka agama dan pendidikan cara yang tepat atasi masalah ini,” ujar SBY.

Bersamaan dengan dua cara itu, perlu aksi pembangunan buat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kuat dugaan kesulitan ekonomi merupakan faktor kuat pendorong seseorang mudah terpikat pada padangan
radikalisme.

Lebih lanjut SBY mengatakan hampir lima tahun terakhir bangsa Indonesia menikmati suasana yang aman dari aksi terorisme. Maka ledakan bom 17 Juli lalu merupakan kemunduran yang harus dihentikan
agar tidak makin mundur.

“Teror yang terjadi 17 Juli boleh kita katakan sebuah kemunduran. Kita tak mau lebih mundur lagi, harus kita tahan pada titik ini,” ujar SBY.

Tapi bila dibandingkan aksi serangan teror bom sebelumnya, kali ini tidak terlihat adanya kepanikan yang berlebihan dari masyarakat. Menurut SBY hal ini menunjukkan bahwa ketahanan dari masyarakat sekarang sudah jauh lebih baik.

“Ini patut disyukuri,” imbuhnya.

(lh/mok)
RESOURCE : www.detik.com

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

Mahasiswa Indonesia di Perancis Semakin Banyak

Ditulis oleh The Young Community di/pada Juli 31, 2009

eiffel-tower-day1-332x443Jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan kuliah pada sejumlah perguruan tinggi di Negara Prancis, mengalami peningkatan signifikan yaitu sekitar 47 persen.

“Jumlah mahasiswa Indonesia yang memilih untuk melanjutkan pendidikan di Prancis dalam dua tahun terakhir meningkat signifkan,” kata Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Philippe Zeller saat melepas 100 mahasiswa Indonesia yang akan berangkat ke Perancis, di Jakarta, Kamis (30/7).

Philippe Zeller mengatakan, pada tahun 2007 jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan kuliah di Perancis sebanyak 143 orang, pada tahun 2008 ada sekitar 210 orang atau meningkat sekitar 47 persen, sementara tahun 2009 yang akan berangkat sekitar 250 orang.

Meningkatnya jumlah mahasiswa yang kuliah tersebut merupakan bukti nyata semakin eratnya hubungan antara kedua negara, Indonesia dan Perancis. “Diharapkan juga, akan lebih banyak lagi pemuda Perancis yang datang ke Indonesia guna mengetahui betapa indahnya “Bumi Nusantara”,” katanya.

Seratus mahasiswa yang berangkat tersebut sebagian adalah penerima beasiswa dari pemerintah Perancis, kerjasama antara pemerintah Perancis dan Indonesia serta biaya sendiri.

Sebelum berangkat ke Perancis, mahasiswa yang melanjutkan kuliah untuk program studi S2 dan S3 dari berbagai program studi atau disiplin ilmu tersebut, akan mengikuti seminar dua hari di Pusat Kebudayaan Perancis di Jakarta.

ONO
Sumber : Antara

Ditulis dalam Beasiswa, Mahasiswa, Pendidikan | Leave a Comment »