Category Archives: Politik Lokal

Paradoks Negeri 1000 Masjid

DI suatu negeri yang mashur disebut ‘Negeri 1000 Masjid’ – memerintah seorang gubernur muda nan alim. Saking mudanya, ia dianugrahi predikat sebagai gubernur termuda seantero Nusantera. Dan dia disebut alim (orang yang berilmu) karena beliau mahir dalam ilmu agama plus alumni sebuah universitas Islam terkenal di Timur Tengah.

Yusuf Thantowi*


Baca lebih lanjut

Iklan

Pilkada Membuat Rakyat Mata Duitan?

Kampanye tentang Kesejahteraan

Kira-kira, apa arti pemilihan kepala daerah langsung itu bagi masyarakat biasa? Kampanye yang meriah yang tak jarang dibungkus dalam bentuk tontonan, rezeki (baca: duit) yang digelontorkan oleh pasangan calon dengan harapan dipilih rakyat, atau keuntungan-keuntungan kecil lainnya?

Fakta terjadinya praktik politik uang sangat sering terungkap dalam sidang sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mahkamah Konstitusi (MK). Jumat (6/8) siang, misalnya, lima saksi duduk berderet di ruang sidang utama MK. Satu per satu menjelaskan besaran uang yang mereka diterima, yaitu antara Rp 20.000 dan Rp 250.000.

Oleh Susana Rita
Baca lebih lanjut

WAGUB: BIROKRASI NTB SIBUK LAYANI DIRI SENDIRI

31-3-2009-metro3103sin1Mataram, 24/10 (ANTARA) – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir mengakui, institusi birokrasi di daerahnya masih sibuk melayani dirinya sendiri dan bukan memberikan pelayanan yang baik kepada publik sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan.
Baca lebih lanjut

Lombok Barat Bangkit atau Bangkrut…?

”Seperti anggapan saat ini, kinerja aparat pemerintahan dipertanyakan. Karena itu, kami mengharapkan bantuannya untuk membantu terlaksananya program di desa-desa. Saya mau menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bekerja,” ujar Zaini Arony, Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dalam rapat koordinasi yang dihadiri para kepala desa se-Lombok Barat di Giri Menang, Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

KHAERUL ANWAR

Baca lebih lanjut

Semoga Bukan Politik Tebar Pesona!

Sebuah Refleksi Atas Opini “Jika Tuan Guru Jadi Gubernur”


Jurus-jurus populisme, seperti berpenampilan elegan, cool, saleh dan berkomunikasi santun ternyata jitu menghantarkan bajang menjadi orang nomor satu di daerah ini. Realitas ini mengingatkan kita pada populisme yang sama ketika berhasil menghantarkan SBY menjadi presiden pada pemilu 2004.


Oleh : Achmad Jumaely*

Baca lebih lanjut

QUO VADIS NTB PASCA PILKADA


Pencoblosan telah usai, penghitungansuarapun sedang berlangsung. Sampai detik opini ini ditulis, pasangan TGB. Bajang dan Badrul Munir (BARU) ternyata masih unggul dari tiga pasangan calon yang lain. Lalu, yang mencuat di benak kita, menagih janji pasangan itu, menagih janji yang dijanjikan saat kampanye baru lalu. Pendidikan (dasar) Gratis, Kesehatan Gratis, Bantuan Modal, dan seterusnya.
Ini hal yang lumrah dalam pemilu, Janji pasti akan ditagih rakyat dan si pemenang akan beruaha keras untuk menepatinya. Rakyat juga mesti faham, ada hal-hal lain yang harus di perhatikan agar tuntutannya betul-betul terealisasi.

Oleh : Robyan Endruw Bafadal*
Baca lebih lanjut

Kepentingan Nasional dan Isu Pemekaran


Kepentingan Nasional menjadi wacana yang terlupa dalam isu pemekaran daerah di Indonesia. Kepentingan daerah nyaris menjadi pertimbangan dominan, padahal sebetulnya kepentingan nasional juga sangat penting untuk diperhatikan oleh para pengambil kebijakan. Pentingnya integrasi nasional menjadi salah satu yang amat krusial dan tak boleh diabaikan oleh semua pihak.

Oleh : Robyan Endruw Bafadal*
Baca lebih lanjut