Category Archives: Agama-agama

Paradoks Negeri 1000 Masjid

DI suatu negeri yang mashur disebut ‘Negeri 1000 Masjid’ – memerintah seorang gubernur muda nan alim. Saking mudanya, ia dianugrahi predikat sebagai gubernur termuda seantero Nusantera. Dan dia disebut alim (orang yang berilmu) karena beliau mahir dalam ilmu agama plus alumni sebuah universitas Islam terkenal di Timur Tengah.

Yusuf Thantowi*


Baca lebih lanjut

Iklan

Ekodamai

Perang Dunia III tak jadi pecah. Konfrontasi blok Timur dan Barat batal. Namun, Afganistan tidak kunjung damai. Di Iran dan Irak, kekerasan berkecamuk. Deutsche Welle mengutip ucapan: ”Kalau ada neraka di dunia ini, tentulah di tengah Afrika: di sana pembantaian terjadi di mana-mana oleh siapa pun.”

BS Mardiatmadja

Baca lebih lanjut

Gaza

palestina1_3Nono Anwar Makarim
Penasihat hukum di Jakarta

Omong kosong Israel bilang mau menghabisi Hamas. Di Libanon, pada
2006, mereka juga bilang mau menghabisi Hizbullah. Namun, setelah
meriam tank-tank Ma’rev dibungkam oleh perlawanan Hizbullah, Israel
terpaksa mengakui bahwa Hizbullah tidak bisa dibasmi. Seperti halnya
dengan Hizbullah, Hamas pun tak mungkin dihabisi.
karim
Baca lebih lanjut

Ahmad Wahib Award 2008


Forum Muda Paramadina, Himpunan Mahasiswa Falsafah dan Agama (HIMAFA) Universitas Paramadina, dan Soetrisno Bachir Foundation menyelenggarakan sayembara penulisan esai Ahmad Wahib Award bagi mahasiswa (S1) seluruh Indonesia.

Total hadiah: Rp. 45 Juta.
Baca lebih lanjut

Pluralitas dan Masyarakat Sipil


Budaya dan agama sebetulnya adalah “kodifikasi” prilaku dan hasil olah pikir individu dan komunitas tertentu. Sialnya, dalam kondisi begitu, Agama dan Budaya kerap tampil “bengis” dengan mendaku kebenaran hanya ada di pihaknya. Karena itu, dimasa depan, Agama dan Budaya mesti melihat keragaman sebagai modal sosial yang harus terus diberdayakan. Hanya dengan cara itu, masyarakat sipil bisa kuat serta agama dan budaya bisa kembali ke spirit awalnya, “memanusiakan manusia” dengan seutuhnya.

Oleh : AA. Yon-Q junjung Sadena

Baca lebih lanjut

Indonesia ‘Miskin’ Perbedaan

Oleh : Mahsus Khair

Secara Institusi, sesungguhnya negara Indonesia memiliki alasan yang kuat untuk tidak turut serta mencampuri urusan agama. UU 1945 pasal 29 ayat 2, negara sudah secara tegas menjelaskan untuk memberikan kebebasan bagi agama dan aliran kepercayaan untuk menjalankan ajarannya masing-masing.

Baca lebih lanjut

Kebebasan Beragama Tersandung ‘Beda Pendapat’

36386667454625l.jpg
Di tengah-tengah keterpurukan umat Islam dan krirsis kepemimpinan, masih banyak kelompok tertentu melakukan perbuatan senonoh dalam menyelesaikan persoalan dengan jalan pintas. Adalah budaya baku hantam menjadi jurus pamungkas guna menumpas semua golongan yang berbeda.
Oleh Ibn Ghifarie*

Baca lebih lanjut