Category Archives: Kemiskinan

Nasionalisme di Batas Teritorialitas

HARIAN Jawa Pos (edisi 15-17 September 2010) menyajikan laporan menarik tentang kehidupan warga negara kita yang hidup di Pulau Sebatik, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Dalam laporan itu terungkap, warga Indonesia lebih senang tinggal di Malaysia. Itu terutama disebabkan oleh alasan ekonomi. Pemerintah Malaysia, misalnya, menyediakan lahan dengan harga sewa yang murah apabila dibandingkan dengan Indonesia. “Persoalan perut” merupakan problem yang sangat krusial. Baca lebih lanjut

Iklan

Negeri Surga bagi Koruptor

Menoleransi koruptor dengan fasilitas remisi, pembebasan bersyarat, apalagi grasi tak lebih dari upaya menarik simpati rakyat. Caranya, dibungkus dengan ”belas kasihan” dan ”penghargaan hak asasi manusia”. Inilah presiden pertama di negeri ini yang memberikan pengampunan bagi koruptor. Kalaulah presiden sensitif terhadap penderitaan rakyat, apalagi tidak mencederai rasa keadilan, sudah pasti rakyat akan merasa bahagia di hari kemerdekaan tahun ini.

MARWAN MAS
Baca lebih lanjut

Paradoks Negeri 1000 Masjid

DI suatu negeri yang mashur disebut ‘Negeri 1000 Masjid’ – memerintah seorang gubernur muda nan alim. Saking mudanya, ia dianugrahi predikat sebagai gubernur termuda seantero Nusantera. Dan dia disebut alim (orang yang berilmu) karena beliau mahir dalam ilmu agama plus alumni sebuah universitas Islam terkenal di Timur Tengah.

Yusuf Thantowi*


Baca lebih lanjut

Soal Listrik Bisa Ke Jalur Hukum

MATARAM-Opinikampus. Timpangnya kebijakan Negara dalam urusan kelistrikan telah mengakibatkan rakyat kehilangan hak-hak sosial, ekonominya. Kebijakan yang dimaksud adalah UU energi yang dinilai terlalu memrbuka ruang dikuasasinya asset-aset energi Negara oleh asing. Hal ini diungkapkan Achmad Rifa’i saat berbicara di acara diskusi bertema “Mencari Jalur Hukum Penyelesaian Krisis Listrik” yang selenggarakan Aliansi Anti Mati Listrik (A2ML) di Asrama Lombok Timur Mataram Jum’at (05/11)

Ditambahkan Rifa’i, isu bahwa pasangan SBY-Budiono pro neolib pada saat kampaye beberapa bulan kian terbuktikan. Salah satunya dapat dilihat dari liberalisasi pada asset-aset energi nasional salah satunya Blok Cepu yang dikuasai Exon Mobil.
Baca lebih lanjut

Tak Penuhi Persyaratan, 921 Pelamar CPNS di Mataram Ditolak

berkas_cpns921 orang pelamar untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditolak, karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Asisten III Sekda Kota Mataram, Drs H Syakirin Hukmi di Mataram, Rabu (21/10), mengatakan, persyaratan administrasi itu antara lain berkaitan dengan legalisir ijazah, surat keterangan sehat bukan dari Puskesmas Mataram dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Baca lebih lanjut

Lombok Barat Bangkit atau Bangkrut…?

”Seperti anggapan saat ini, kinerja aparat pemerintahan dipertanyakan. Karena itu, kami mengharapkan bantuannya untuk membantu terlaksananya program di desa-desa. Saya mau menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bekerja,” ujar Zaini Arony, Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dalam rapat koordinasi yang dihadiri para kepala desa se-Lombok Barat di Giri Menang, Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

KHAERUL ANWAR

Baca lebih lanjut

Dua Kuburan, Dua Tanda

mbah-suripApa yang keluar dari hati akan membekas di hati, seperti spontanitas lagu-lagu Mbah Surip yang bergema di jiwa jutaan pendengarnya. Kekuatan senyawa komunitas inilah yang menjadi kompensasi atas ketidakhirauan negara, yang membuat Indonesia masih bertahan hingga saat ini. Meski demikian, tanpa solidaritas fungsional yang lahir karena tata laksana kenegaraan yang menjamin persamaan dan pemenuhan kesejahteraan bersama, solidaritas kebangsaan mudah retak oleh gerak sentrifugal dari ingatan pedih ketidakadilan dan keterkucilan.

Yudi Latif*
Baca lebih lanjut