Category Archives: Budaya

PERGUB Wajib Sastra; Sebuah Tanggapan

TERKAIT dengan pelajaran sastra di sekolah, tidak lebih tidak kurang dari pelajaran lainnya. Semuanya memberikan pemahaman yang penting dalam menghadapi masalah yang muncul darinya, terlebih bagi siswa yang memanfaatkan pemahamannya dari materi tersebut dalam menjawab tantangan yang mengaitkan peribadinya dengan masalah yang dihadapi.

Oleh: Hairul Saleh Baca lebih lanjut

Iklan

Dilema Ekstensifikasi Pasar dan Pemasaran Pariwisata “By Project”

Bandara Internasional Lombok (BIL)

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata saat ini tengah intensif melakukan pemasaran pariwisata ke luar negeri. Menurut penjelasan Direktur Promosi Luar Negeri Kemenbudpar disebut dalam tiga bulan pertama 2011, diikuti 23 dari 74 event (pameran) internasional di berbagai negara yang diikuti. Sementara Deputi Direktur Wilayah ASEAN Kemenbudpar Chrismiastutie menjelaskan ada 75 kegiatan promosi dilakukan tahun ini; 17 kegiatan di ASEAN (18 di Asia, 15 di Amerika Serikat dan Pasifik, 13 di Eropa, dan 12 di Timur Tengah).
Baca lebih lanjut

Amnesia Sejarah dan Kekuasaan

Kalau diperhatikan lebih saksama, istilah ”monarki” yang dilawankan dengan ”demokrasi” dalam tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah mendengarkan presentasi Mendagri Gamawan Fauzi soal Rancangan Undang-Undang Keistimewaan DIY dalam Rapat Terbatas Kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, (26/11/2010) menunjukkan sejenis ”kecerobohan” seorang Kepala Negara, bukan semata kesalahan komunikasi yang menyisakan ”ruang tafsir yang terlalu lebar” seperti dikatakan beberapa pengamat politik di Jakarta.
Baca lebih lanjut

Nasionalisme di Batas Teritorialitas

HARIAN Jawa Pos (edisi 15-17 September 2010) menyajikan laporan menarik tentang kehidupan warga negara kita yang hidup di Pulau Sebatik, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Dalam laporan itu terungkap, warga Indonesia lebih senang tinggal di Malaysia. Itu terutama disebabkan oleh alasan ekonomi. Pemerintah Malaysia, misalnya, menyediakan lahan dengan harga sewa yang murah apabila dibandingkan dengan Indonesia. “Persoalan perut” merupakan problem yang sangat krusial. Baca lebih lanjut

Negeri Surga bagi Koruptor

Menoleransi koruptor dengan fasilitas remisi, pembebasan bersyarat, apalagi grasi tak lebih dari upaya menarik simpati rakyat. Caranya, dibungkus dengan ”belas kasihan” dan ”penghargaan hak asasi manusia”. Inilah presiden pertama di negeri ini yang memberikan pengampunan bagi koruptor. Kalaulah presiden sensitif terhadap penderitaan rakyat, apalagi tidak mencederai rasa keadilan, sudah pasti rakyat akan merasa bahagia di hari kemerdekaan tahun ini.

MARWAN MAS
Baca lebih lanjut

Dakwah Anggaran Kaum Santri

Yusuf Thantowi

DI sebuah forum diskusi terjadi dialog antara aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan seorang peserta yang mewakili unsur birokrasi. “Sebenarnya dalam rangka apa kegiatan ini dilaksanakan dan untuk apa ?” tanya pegawai yang berasal dari Bappeda NTB itu.

Mendegar pertanyaan pegawai berbaju dinas itu, aktivis LSM yang hadir diforum itu menjawab, “Kita ingin membantu pemerintah daerah mensukseskan program pendidikan dan kesehatan gratis. Akan sangat disayangkan program yang menelan biaya cukup besar itu tidak dapat dirasakan oleh masyarakat miskin” jelasnya.

Yusuf Tantowi
Baca lebih lanjut

Froggy

Dia pun berkenalan dengan dimensi-dimensi yang lebih luas. Dari Kak Seto, dia belajar hal baru lagi, yaitu soal talenta anak-anak Indonesia yang terkurung dalam ambisi orang lain. Dia pun menemukan fakta-fakta yang mengejutkan dari teman-teman di sekitarnya. Banyak orang tersesat di rimba belantara antara bakat, sekolah, dan pekerjaan. Bakatnya A, sekolahnya C, dan kerjanya E.Semuanya tidak saling berhubungan. Maka sia-sialah sekolah.

RHENALD KASALI
Baca lebih lanjut