Category Archives: Berita

Negeri Surga bagi Koruptor

Menoleransi koruptor dengan fasilitas remisi, pembebasan bersyarat, apalagi grasi tak lebih dari upaya menarik simpati rakyat. Caranya, dibungkus dengan ”belas kasihan” dan ”penghargaan hak asasi manusia”. Inilah presiden pertama di negeri ini yang memberikan pengampunan bagi koruptor. Kalaulah presiden sensitif terhadap penderitaan rakyat, apalagi tidak mencederai rasa keadilan, sudah pasti rakyat akan merasa bahagia di hari kemerdekaan tahun ini.

MARWAN MAS
Baca lebih lanjut

Iklan

Pilkada Membuat Rakyat Mata Duitan?

Kampanye tentang Kesejahteraan

Kira-kira, apa arti pemilihan kepala daerah langsung itu bagi masyarakat biasa? Kampanye yang meriah yang tak jarang dibungkus dalam bentuk tontonan, rezeki (baca: duit) yang digelontorkan oleh pasangan calon dengan harapan dipilih rakyat, atau keuntungan-keuntungan kecil lainnya?

Fakta terjadinya praktik politik uang sangat sering terungkap dalam sidang sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mahkamah Konstitusi (MK). Jumat (6/8) siang, misalnya, lima saksi duduk berderet di ruang sidang utama MK. Satu per satu menjelaskan besaran uang yang mereka diterima, yaitu antara Rp 20.000 dan Rp 250.000.

Oleh Susana Rita
Baca lebih lanjut

IKIP Mataram dan Krisis Akademik

Surat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi tentang belum adanya perpanjangan izin operasional jurusan pendidikan Fisika yang ditujukan ke IKIP Mataram menjadi “tamparan” nyata pendidikan di NTB.

Sebenarnya, reaksi mahasiswa menanggapi perpanjangan izin Jurusan Pendidikan Fisika IKIP Mataram telah muncul sejak 12 April 2008 dua tahun silam. Beragam aksi dan dialog dialkukan dengan mengundang pakar dan akademisi. Hasilnya, IKIP harus segera memperpanjang izin karena otomatis akan sangat berengaruh bagi mahasiswa yang sudah menginjak semeseter enam.

Oleh : Khairul Saleh

Baca lebih lanjut

“People’s Power” Sekali Lagi

Budiarto Shambazy

Alhamdulillah, semua orang lega unjuk rasa di sejumlah kota memperingati Hari Antikorupsi Internasional, 9 Desember, berlangsung damai. Pihak-pihak tertentu yang mengembuskan rumor massa akan ditunggangi penumpang gelap untuk mendongkel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang terbukti isapan jempol belaka, mestinya minta maaf.

Rakyat, yang sering dianggap remeh oleh the ruling elite, terbukti makin matang berdemokrasi. Tujuan unjuk rasa memfokuskan perhatian rakyat kepada kegagalan pemberantasan korupsi sejak kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai pembentukan Pansus Century di DPR, telah mencapai sasaran. Baca lebih lanjut

Puting Beliung Hantam Dompu, Lebih dari Seribu Rumah Warga Rusak

Mataram – Angin puting beliung disertai hujan lebat yang melanda Kabupaten Dompu, NTB, sejak Sabtu (5/12/2009), telah memorak-porandakan lebih dari 1.000 rumah di kabupaten tengah-tengah Pulau Sumbawa itu. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, kantor pemerintah, masjid dan terminal rusak parah. Namun dilaporkan tak ada korban jiwa.

Kerusakan terutama terjadi pada atap rumah milik warga. Gedung SMPN 1 Dompu yang baru selesai dibangun, juga ambruk. Sementara atap terminal Dompu yang melayani angkutan antar kota dalam provinsi juga ambruk ke tanah. Satu mobil pick up tertimpa reruntuhan atap terminal.

Data Pemkab Dompu menyebutkan, total ada 953 rumah milik warga rusak ringan di bagian atap. Sebanyak 57 rumah lainnya dikategorikan rusak ringan. Sementara 29 rumah lainya rusak parah.

“Untuk rumah yang rusak berat, selain atap rumah yang ambruk, tembok rumah juga ikut roboh,” kata Saladin Hasan, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Dompu melalui sambungan telepon, Senin (7/12/2009).

Pemerintah kata dia hinggga kini masih mendata kerusakan, sebelum mulai menyalurkan bantuan pada wargga. Belum diketahui berapa persis kerugian yang diakibatkan putting beliung ini.

Selain kerusakan rumah warga, terdapat enam unit kantor milik pemerintah yang juga rusak. Tiga lainnya adalah masjid.

Agus Suryanto, salah seorang warga Dompu menuturkan, hujan lebat mengguyur Dompu sejak Sabtu. Angin kencang yang bertiup tak dinyana warga akan menyebabkan kerusakan, bahkan hingga merobohkan rumah.

Senin sore ini, warga kata Agus masih sibuk mengumpulkan puing-puing rumah mereka yang berantakan disapu angin. “Kami kaget saja. Belum pernah terjadi yang begini soalnya,” kata Agus.

(djo/djo)

Soal Listrik Bisa Ke Jalur Hukum

MATARAM-Opinikampus. Timpangnya kebijakan Negara dalam urusan kelistrikan telah mengakibatkan rakyat kehilangan hak-hak sosial, ekonominya. Kebijakan yang dimaksud adalah UU energi yang dinilai terlalu memrbuka ruang dikuasasinya asset-aset energi Negara oleh asing. Hal ini diungkapkan Achmad Rifa’i saat berbicara di acara diskusi bertema “Mencari Jalur Hukum Penyelesaian Krisis Listrik” yang selenggarakan Aliansi Anti Mati Listrik (A2ML) di Asrama Lombok Timur Mataram Jum’at (05/11)

Ditambahkan Rifa’i, isu bahwa pasangan SBY-Budiono pro neolib pada saat kampaye beberapa bulan kian terbuktikan. Salah satunya dapat dilihat dari liberalisasi pada asset-aset energi nasional salah satunya Blok Cepu yang dikuasai Exon Mobil.
Baca lebih lanjut

WAGUB: BIROKRASI NTB SIBUK LAYANI DIRI SENDIRI

31-3-2009-metro3103sin1Mataram, 24/10 (ANTARA) – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir mengakui, institusi birokrasi di daerahnya masih sibuk melayani dirinya sendiri dan bukan memberikan pelayanan yang baik kepada publik sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan.
Baca lebih lanjut