Category Archives: Pendidikan

IKIP Mataram dan Krisis Akademik

Surat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi tentang belum adanya perpanjangan izin operasional jurusan pendidikan Fisika yang ditujukan ke IKIP Mataram menjadi “tamparan” nyata pendidikan di NTB.

Sebenarnya, reaksi mahasiswa menanggapi perpanjangan izin Jurusan Pendidikan Fisika IKIP Mataram telah muncul sejak 12 April 2008 dua tahun silam. Beragam aksi dan dialog dialkukan dengan mengundang pakar dan akademisi. Hasilnya, IKIP harus segera memperpanjang izin karena otomatis akan sangat berengaruh bagi mahasiswa yang sudah menginjak semeseter enam.

Oleh : Khairul Saleh

Baca lebih lanjut

Iklan

Main Musik Tambah Kecerdasan

Penelitian terbaru yang telah dipublikasikan secara online dalam Faculty of 1000 Biology, mengklaim bahwa alat musik dapat membuat Anda lebih cerdas. Menurut para peneliti, memainkan alat musik secara rutin akan mengubah ketajaman dan kekuatan otak sehingga baik digunakan sebagai terapi untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Alat musik juga bahkan dapat meningkatkan IQ hingga tujuh point pada anak-anak maupun orang dewasa. Baca lebih lanjut

Tak Penuhi Persyaratan, 921 Pelamar CPNS di Mataram Ditolak

berkas_cpns921 orang pelamar untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditolak, karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Asisten III Sekda Kota Mataram, Drs H Syakirin Hukmi di Mataram, Rabu (21/10), mengatakan, persyaratan administrasi itu antara lain berkaitan dengan legalisir ijazah, surat keterangan sehat bukan dari Puskesmas Mataram dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Baca lebih lanjut

Mahasiswa Perlu “Jual Diri”!

“Jumlah lulusan semakin banyak dan sayangnya tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada, sehingga yang dibutuhkan saat ini bukan lagi tenaga kerja tetapi para pembuat pekerjaan,” ujarnya.
Baca lebih lanjut

Mahasiswa Indonesia di Perancis Semakin Banyak

eiffel-tower-day1-332x443Jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan kuliah pada sejumlah perguruan tinggi di Negara Prancis, mengalami peningkatan signifikan yaitu sekitar 47 persen.

“Jumlah mahasiswa Indonesia yang memilih untuk melanjutkan pendidikan di Prancis dalam dua tahun terakhir meningkat signifkan,” kata Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Philippe Zeller saat melepas 100 mahasiswa Indonesia yang akan berangkat ke Perancis, di Jakarta, Kamis (30/7).

Philippe Zeller mengatakan, pada tahun 2007 jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan kuliah di Perancis sebanyak 143 orang, pada tahun 2008 ada sekitar 210 orang atau meningkat sekitar 47 persen, sementara tahun 2009 yang akan berangkat sekitar 250 orang.

Meningkatnya jumlah mahasiswa yang kuliah tersebut merupakan bukti nyata semakin eratnya hubungan antara kedua negara, Indonesia dan Perancis. “Diharapkan juga, akan lebih banyak lagi pemuda Perancis yang datang ke Indonesia guna mengetahui betapa indahnya “Bumi Nusantara”,” katanya.

Seratus mahasiswa yang berangkat tersebut sebagian adalah penerima beasiswa dari pemerintah Perancis, kerjasama antara pemerintah Perancis dan Indonesia serta biaya sendiri.

Sebelum berangkat ke Perancis, mahasiswa yang melanjutkan kuliah untuk program studi S2 dan S3 dari berbagai program studi atau disiplin ilmu tersebut, akan mengikuti seminar dua hari di Pusat Kebudayaan Perancis di Jakarta.

ONO
Sumber : Antara

Azab di Arab, Mujur di Singapura

714496838-azab-di-arab-mujur-di-singapuraKOMPAS.com — Saat ditanya, negara tujuan mana yang paling bermasalah buat tenaga kerja wanita Indonesia? Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Luar Negeri Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo menjawab, ”Pertama, Malaysia, berikutnya, Arab Saudi, Kuwait, dan Jordania.” Lalu, negara tujuan paling menguntungkan? ”Singapura, Hongkong, dan Taiwan,” katanya.
Oleh Windoro Adi
Baca lebih lanjut

Pendidik Untuk Pendidikan Kita


Kita berharap langkah tanggap pemerintah sebagai terapi ulang akan kondisi pendidikan bangsa kita dan merupakan batu tapal perubahan. Menuju perubahan yang lebih baik dan maju. Dan mendesain ulang terhadap pola-pola/paradigma pendekatan pendidikan yang membudayakan. Sehingga nilai-nilai bangsa kembali dihargai oleh generasi selanjutnya.

*Julaedi Akbar
Baca lebih lanjut