Category Archives: seni

Dua Kuburan, Dua Tanda

mbah-suripApa yang keluar dari hati akan membekas di hati, seperti spontanitas lagu-lagu Mbah Surip yang bergema di jiwa jutaan pendengarnya. Kekuatan senyawa komunitas inilah yang menjadi kompensasi atas ketidakhirauan negara, yang membuat Indonesia masih bertahan hingga saat ini. Meski demikian, tanpa solidaritas fungsional yang lahir karena tata laksana kenegaraan yang menjamin persamaan dan pemenuhan kesejahteraan bersama, solidaritas kebangsaan mudah retak oleh gerak sentrifugal dari ingatan pedih ketidakadilan dan keterkucilan.

Yudi Latif*
Baca lebih lanjut

Iklan

Seni Bukan Untuk Seni

seniman.jpg
Oleh: M. Abdullah Badri

Sesungguhnya seni hadir untuk apa dan kepada siapa?. Itulah keresahan penulis ketika menyaksikan aneka ekspresi seni yang kadang menyebabkan terwujudnya sejumlah interpretasi suyektif dari beberapa kalangan yang merasa otoritatif dalam menerjemahkan “hak paten” atas kreasi dan imajinasi “pengada” seni. Ruang “ada” yang terintegrasi dalam diri kreator seni sebagai “pengada” seakan terpisah ketika interpretasi bahasa karyanya diterjemahkan oleh yang “merasa berhak” itu. Disini, maksud dan tujuan pencipta seni bercerai.
Baca lebih lanjut