Lombok Barat Bangkit atau Bangkrut…?

”Seperti anggapan saat ini, kinerja aparat pemerintahan dipertanyakan. Karena itu, kami mengharapkan bantuannya untuk membantu terlaksananya program di desa-desa. Saya mau menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bekerja,” ujar Zaini Arony, Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dalam rapat koordinasi yang dihadiri para kepala desa se-Lombok Barat di Giri Menang, Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

KHAERUL ANWAR


Komentar itu agaknya tidak saja ditujukan kepada para kepala desa, tetapi juga bagi aparatur Pemkab Lombok Barat agar memiliki etos kerja tinggi, inovasi, dan kreativitas yang dijabarkan melalui program kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) alias dinas, badan, dan kantor di kabupaten itu.
Pernyataan itu masuk akal, didasarkan pada kondisi empiris, terutama perilaku aparat birokrasi umumnya yang terkesan nyaris tidak berubah. Para birokrat sepertinya mau dilayani ketimbang melayani atau memosisikan diri selaku pengayom ataupun pelayan publik. Dari sisi ini, Lombok Barat agaknya turut berkontribusi terhadap buruknya pelayanan publik di Indonesia. Menurut Survei Political and Economic Risk Consultancy, Juni 2009, pelayanan publik Indonesia nomor dua terbawah di negara Asia. (Bagus Takwin, Kompas, 26/6/2009)

Perbaikan sikap dari dilayani menjadi melayani mungkin kata kunci untuk meningkatkan citra dan wibawa aparat karena ada korelasinya dengan visi dan misi ”Lombok Barat Bangkit” Bupati Zaini dan wakilnya, H Mahrip, yang menekankan perbaikan bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Indeks pembangunan manusia Lombok Barat yang berada di peringkat kedelapan di atas Lombok Tengah, dari 10 kabupaten/kota di NTB, menjawab betapa terpuruknya kondisi daerah yang bermoto ”Patut Patuh Patju” (pantas, taat, rajin) itu. Padahal, dua dekade lalu, Lombok Barat menjadi rujukan nasional dengan program ”Jumat Bersih”, yang kemudian diterapkan di daerah lain hingga saat ini.

Untuk mengangkat Lombok Barat dari keterpurukan, seperti dikatakan Zaini, ditempuh dengan lari cepat melalui program nyata di lapangan tiap instansi. Namun, yang terjadi tiga bulan setelah Zaini-Mahrip dilantik, agaknya gagasan dan ide itu belum direspons dengan baik. Ini terindikasi dari pernyataan Isfan Junaedi, Kepala Bagian Humas Lombok Barat, ”Ibarat mur dan baut yang terus disetel agar tetap kenceng karena ada instansi yang mau jalan cepat, ada pula yang jalan di tempat.”

Wajar kalau Dianul Hayezi, anggota DPRD Lombok Barat dari Partai Amanat Nasional, bilang, ”Kasihan, kan, Pak Zaini, dengan pemikirannya yang bagus demi kemajuan daerahnya, justru tidak bisa diikuti oleh para pembantunya.”

Contoh konkretnya seperti diutarakan para kepala desa. Dalam suatu pertemuan resmi, hanya enam dari 33 kepala desa Lombok Barat yang hadir. Ketidakhadiran mereka sebagai ”protes” atas tunjangan penghasilan aparat desa (TPAD) yang tidak dicairkan tepat waktu. Atas ketidakhadiran itu, Bupati Zaini bertanya kepada seorang pejabat eselon II yang membidangi pemerintahan, yang dijawab, para kepala desa tidak hadir karena belum terima alokasi dana desa (ADD).

Belakangan ketahuan, sang pejabat TPAD sama dengan ADD yang memang masih dalam proses pembicaraan antara legislatif dan eksekutif. ”Kami tertawa saja mendengarnya,” tutur seorang kepala desa.
Artinya, penempatan pejabat eselon II, III, dan IV lewat proses mutasi pegawai di lingkungan pemkab tidak selektif, apalagi ada kesan pejabat yang menduduki kursi masih ada unsur ”daftar keinginan” dari Bupati dan Wakil Bupati untuk menempatkan ”orang-orang”-nya.

Adanya ”daftar keinginan” itu terkesan dari komentar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Lombok Barat Baiq Eva Parangan yang mengatakan, mutasi pegawai 80 persen memenuhi kompetensi, kepangkatan, dan syarat lain bahwa pegawai negeri sipil yang bersangkutan patut dipromosikan. Dengan kata lain, sisanya yang ditempatkan pada berbagai eselon lingkup Pemkab Lombok Barat adalah ”pegawai pilihan” Bupati dan Wakil Bupati.

Disiplin kerja
Untuk meningkatkan disiplin kerja, Bupati Zaini berencana menyediakan makan siang gratis bagi para pegawai Pemkab Lombok Barat. Alasannya selain soal disiplin, juga sebagian besar PNS di lingkungan Pemkab Lombok Barat tinggal di Kota Mataram yang berjarak sekitar 10 km dari tempat tugasnya. Mereka cenderung ingin cepat pulang, malah bolos meninggalkan kantor sebelum usai jam kerja, pukul 14.00 wita.

Pemkab Lombok Barat menyediakan jatah Rp 5.000 per orang tiap hari bagi 5.000 pegawai pada tiap SKPD, termasuk 250 orang di antaranya pegawai Sekretariat Pemkab Lombok Barat. Makan gratis itu dilakukan masa uji coba selama tiga bulan mulai Oktober mendatang. Dengan jumlah pegawai dikalikan lima hari kerja, diperlukan dana Rp 25 juta.
Padahal, diketahui, sejak dimekarkan menjadi Kabupaten Lombok Utara, 30 Desember 2008, Lombok Barat mengalami defisit anggaran. Dari dana alokasi umum (DAU) Lombok Barat tahun 2009 sebesar Rp 486 miliar, sebanyak Rp 324 miliar di antaranya untuk Lombok Barat dan Rp 162 miliar untuk Lombok Utara. Bahkan, dari DAU Lombok Barat itu, Rp 20 miliar lagi dipotong untuk Lombok Utara, yang dicicil tiga kali.
Dana itu untuk biaya persiapan pemilihan kepala daerah, kelengkapan kelembagaan, dan kegiatan operasional lainnya sebagai tahapan Lombok Utara menjadi daerah otonom.

Duet Zaini-Mahri hingga aparat terendah agaknya harus mengencangkan ikat pinggang setidaknya tiga tahun ke depan setelah menyubsidi anggaran buat Kabupaten Lombok Utara. Untuk itu, diperlukan semangat, kerja keras, dan komitmen yang kuat bagi aparat pelaksana dan masyarakat untuk sama-sama bangkit, setidaknya mengejar prestasi dua dekade silam. Tangan kerja keras, jangan-jangan yang dituju bukanlah ”Lombok Barat Bangkit”, melainkan ”Lombok Barat Bangkrut”….

RESOURCE : KOMPAS

6 responses to “Lombok Barat Bangkit atau Bangkrut…?

  1. saya harapkan pemkab lobar harus berkerjasama dalam memajukan lobar agar kita semua bisa mencapai apa yang diharapkan…sukses lobar

  2. Dishubkominfo Lombok Barat tidak transfaran dalam membagi Intensif penagihan Retribusi (PAD) kepada masing – masing bidang tidak jelas, kok malah dibagi rata, hebatnya pegawai yang malas masuk dan ongkang – ongkang kaki intensif yang diterima sama besar dengan yang diterima oleh pegawai yang jungkir balik dilapangan mencari PAD….sungguh suatu ketidakadilan yang terus dipelihara oleh Kepala Dinas.

  3. Sebagai masyrkat bawah sya sangt kcewa dgn perlakuan para pejabat yg sok tinggi,sya msh ingat usulan saya utk reboisasi hutan lindung utk mata air terjun gerobogan-pelangan yg sampai saat ini blm digubris,,, aahh mau mereka apa sih???bingung saya😦

  4. kerja bupati Lombok Barat yang dilhat oleh masyarakat hanya bisa : 1. Mutasi dengan menetapkan tarif tertentu 2. Membagi-bagi proyek kepada tim-tim suksesnya n orang-orang dekatnya (nanti kita buktikan kualitas proyek di Lobar. 3.Rekrutment CPNS?honda , masak orang kampungnya saja n titipan pejabat n tim suksesnya saja yang lulus n bisa diterima honor, terus kapan Lombok Barat akan bangkit, kalau bangkrut so pasti.4. mengakali Tuan Guru pergi Umrah dengan uang rakyat

  5. mendengar jargo Lombok Barat bangkit, Mual Rasanya, Ente Dr zaini Aroni sudah jadi bupati tapi napsu untk jadi Gubernur kok tidak disembunyikan….. apa entidak takut kalah lagi dengan TGB yang masih Kuat n Jago…… sudah bikin lobar terpuruk, bangkrut eee tidak tahu malu malah……. mau jadi gubernur lagi…….. baok-baok. kami masyarakat Lobar tidak akan mendukung n memilihmu lagi, partaimu akan kita gembosi…. biar ente tahu masyarakat Lobar bisa marah… biarlah tim suksesmu yg arogan yang sok hebat itu yang memilihmu dan biarlah Tuan Guru tuan guru yang diumrahkan dengan uang rakyat itu yang memilihmu……. ente kasihan….. tuan guru juga kasian……. beribadah dengan embel politik kotor…….. bukan zaini arogan yang mengumrahkan tapi uang rakyat lombok barat yang ente-ente habiskan…….

  6. kalo bupati lahir dri kalangan exekutip bgnilah jadix Qt,, utk priode ke-2 mendingan Zaini g usa xalon bupati krna sdah tdak laris dpasaran lobar,, teorix aja yg sgdang v kxataanx nol koma kosong,, mdingan Qt cri balon bpati dri klangan lgislatif aja… hayo Qt dkung H.Izul islam – L.Ahmad isma’il,SH ja biar lobar tdk bangkrut,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s