PEMBANTU REKTOR?

PEMBANTU REKTOR?
Bejorak

Abu Bongoh, seorang Akademisi ternama dari Kampus Undekit alias Universitas Desa Nyelekit kemalingan. Laptop kesayangannya hilang digondol maling. Rupanya kondisi keamanan kurang kondusif di Desa ini. Aparat keamanan kurang sigap menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menyongsong hari pencontrengan 9 April esok. Kurangnya personil merupakan alasan pamungkas bagai aparat dalam menjawab persoalan keamanan.

Sebagai seorang akademis yang mematuhi atutran dan tata krama prosedur, Abu Bongoh melaksanakan kewajibannya. Pagi-pagi Ia datang melapor ke Kantor Keamanan Desa untuk melaporkan peristiwa nyang menimpanya.

Seperti prosedur yang berlaku di Kantor Keamanan Desa, Petugas langsung bertanya dan mencatat semua laporan.

“Nama?” Tanya Petugas

“Abu Bongoh Pak.” jawab Bongoh

“Pekerjaan?” tanya Petugas.

“Purek”, Jawab Bongoh. Petugas terdiam sejenak, rupanya pekerjaan itu merupakan sesuatu yang aneh bagi Petugas.

“Pekerjaan apa itu?” Petugas minta penjelasan.

“Pembantu Rektor Pak…” jawab Bongoh

“Anda ini bagaimana? Pembantu kok kurang hati-hati, pintu harus dikunci baik-baik, bangun kalau ada suara aneh, kalau perlu anda jangan tidur disaat majikan beristirahat. Kasihan kan Pak Rektor kehilangan Laptopnya…” kata Petugas denhgan nada marah.

Abu Bongoh pulang dengan kecewa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s