SEKARBELA, Kampung Mutiara di P. Lombok.

masjid-sasakthumbnail1
Haryo sabri

Dikawat-kawat listrik yang terbentang sepanjang perjalanan bandara Selaparang – Kota Mataram, Pulau Lombok – NTB, tampak beberapa burung bertengger diatas kawat tersebut seakan tidak terpikir olehnya bahwa resiko setrum yang mengaliri kawat tersebut dapat menjadi bumerang tetapi yang tampak hanyalah senda gurau sesamanya dengan penuh kegayengan.

Pucuk-pucuk pohon kelapa sepanjang tepian pantai “ SENGGIGI BEACH “ bergoyang diterpa angin dingin negeri ini seperti mengisyaratkan do’a rahasia, sedang alam diam disekitarnya penuh ketegaran ketika sedang asyiknya bercumbu dengan khayalan, tanganku sibuk menepuk nyamuk yang hinggap dikakiku, lalu lepas dan hinggap entah kemana …….mungkin ke Denpasar, mungkin ke Jakarta dan bisa juga ke Surabaya disuatu pondokan/ kos-kosan yang kondisi pada umumnya amburadhul.

Kalau saja semua jadwal penerbangan “on time”, maka semuanya akan berjalan semestinya tapi alasan klasik akan keterlambatan/ penundaan keberangkatan merupakan menu utama dan fatalnya lagi kedatangan internasional dapat didarati oleh kadatangan domestik,,,,,yah, kerancuan demi kerancuan selalu saja menerpa negeri ini,,,entah sampai kapan,,,,,?.

Kulangkahkan kaki menelusuri jalanan dihimpitan toko-toko yang ada di Desa Skarbela, perkampungan toko mutiara, sambil melihat etalase dari yang modern hingga tradisional semuanya tak luput dari pandangan sesekali masuk ke toko mutiara, entah hanya melihat atau membeli atau ke peras toko sambil melihat pedagang asongan barang-barang handicraft, yach, sekedar perbandingan saja jika nanti kondisi finansial cukup terukur paling tidak sudah punya perbendaharaan harga untuk melangkah kearah sana.

Sempat tertegun juga ketika dapat informasi bahwa, mutiara dari Lombok ternyata tak kalah dengan mutiara dari negara lainnya, sebut saja Australia, Tahiti, Myanmar, dan Filipina. Bahkan, menurut Departemen Kelautan dan Perikanan, Indonesia kini menjadi pemimpin negara pengekspor mutiara air laut. Beberapa pengusaha mutiara Lombok, mengatakan bahwa pasar mutiara di Indonesia cenderung meningkat setiap tahun, ini karena kualitas mutiara Lombok yang bagus adalah salah satu alasannya.

“Biasanya pembeli asing menyukai mutiara kelas satu, sedangkan kelas di bawahnya tersebar di lingkungan konsumen lokal,” ungkap pemilik toko perhiasan mutiara, yang ada di Desa Sekarbela, sewaktu saya tanya beberapa waktu lalu, sedangkan mutiara kelas rendah itu sering kali diambil oleh pedagang nomaden yang bersifat musiman, dan biasanya mereka berjualan di sekitar penginapan dan mengatakan barangnya kualitas kelas satu, kepada pembeli yang awam akan mutiara.

Banyak juga yang percaya dan membelinya, memang kilaunya tak secerah berlian, tapi jangan anggap murahan mutiara, pasalnya, harga mutiara kelas satu bisa mencapai Rp700.000 per gram hingga jutaan rupiah, tergantung kondisi mutiaranya, kalau ada yang cacat bisa turun harganya, selama berabad-abad mutiara telah eksis mempercantik para wanita, mutiara sebenarnya perhiasan yang paling tak lekang waktu, batu-batu bulat ini sudah dikenal sejak zaman dulu, perhiasan mutiara yang sederhana,tetapi menawan, memberi kesan elegan bagi pemakainya.

Di dunia, saat ini south sea pearls menempati posisi tertinggi sebagai mutiara kualitas terbaik, mengalahkan mutiara Akoya,Tahiti, dan air tawar. Pasalnya, south sea pearls memiliki ukuran yang luar biasa besar dibandingkan jenis lainnya, selain itu, kilaunya pun lebih cemerlang, sebuah mutiara akan dikatakan berkualitas bila memiliki kilau yang indah.

Bentuk mutiara juga beragam, mulai bentuk bulat sempurna hingga yang tak beraturan (barok) dan semi mutiara (mabe), begitu pula warnanya. Lombok terkenal akan hasil mutiara alamnya yang beragam,yakni mutiara putih,krem,keemasan,silver, kelabu, hingga warna merah jambu yang langka.

Kualitas mutiara sangat ditentukan oleh kematangannya dan hal tersebut akan berpengaruh pada status si pengusaha, mutiara yang matang itu dihasilkan dari proses alami kerang, bukan hasil suntikan, kalau satu pengusaha bisa punya 20 butir mutiara kelas satu, sudah dianggap sukses,.

Mutiara-mutiara ini adalah mutiara asli hasil budi daya air laut, memang mutiara jenis ini harganya cukup mahal, mutiara asal hasil budi daya laut Indonesia terdiri atas tiga warna, yaitu putih, gold dan silver, adapun mutiara berwarna hitam berasal dari Tahiti. Sementara mutiaramutiara air tawar umumnya mempunyai ukuran lebih kecil, sedangkan mutiara yang permukaannya lebih halus dan beragam warnanya adalah mutiara-mutiara yang berasal dari China.

Mutiara alam biasanya dijual berdasarkan ukuran berat dan dinyatakan dalam satuan karat, sedangkan mutiara hasil budi daya,harga jualnya ditentukan oleh ukuran lingkaran dalam milimeter. Nah,Anda tinggal pilih saja mutiara jenis apa yang Anda sukai, yang pasti perhiasan mutiara air tawar atau mutiara imitasi dengan beragam warna bisa dipadu-padankan dengan setelan kerja, kuliah atau santai semisal setelan jins dan t-shirt.

Hampir disepanjang jalan, di kampung Sekarbela, warganya adalah pengrajin mutiara, dan jika kita sudah berada di pertokoan yang berjajar, maupun dikampung atau gang bertebaran toko perhiasan mutiara, sehingga di hari libur maupu hari biasa banyak sekali turis asing maupun lokal yang mengunjungi perkampungan mutiara yang ada di kota mataram tersebut, tinggal kita panda-pandai saja menawar harga yang ditawarkan dan biasanya kaum perempuan dalam urusan menawar sangat pandai.

Dari pengalaman saya berkunjung ke perkampungan tersebut, dengan mengajak sopir lokal yang merangkap guide, ternyata ada ikatan bisnis yang tidak tertulis, jika si guide dapat mengantarkan ke salah satu toko mutiara, kemudian tamunya membeli mutiaranya, maka si guide tersebut akan mendapat komisi antara 1-2 %, dan uang komisi tersebut bisa diberikan langsung saat itu dimasukan dalam bungkus rokok, ataupun diambil kemudian hari, suatu promosi marketing pariwisata yang baik dan dapat menyerap tenaga kerja sesama warga demi memajukan pariwisata di Pulau Lombok.

Meskipun letak perkampungan Sekarbela tidak seperti pertokoan, mall, plaza tetapi dalam bertransaksi tidaklah ketinggalan kemoderenannya, karena pembayaran dengan menggunakan dollar, kartu kredit, kartu debet, travel cheque semuanya dapat dilayani layaknya sebuah perdagangan modern.

Saran saya, jika Anda mengajak Istri, TTM, atau saudara perempuan, siap-siap saja untuk bersabar menunggu lama, karena kaum hawa pada umumnya senang perhiasan, jadi dalam melihat ataupun memilih untuk beli mutiara maka akan selalu minta yang terbaik, sehingga takaran isi dompet kita juga perlu mendapatkan prioritas utama untuk menuruti kehendak kaum hawa tersebut, tapi tidak tahu lagi kalau orang lagi seneng biasanya besok ngutang lagipun tidak masalah, asal dapat membelikan orang-orang tercinta kita….

Simak baik-baik kata-kata bijak “Teliti sebelum membeli”,,,rupanya bukan berlaku untuk kualitas barang yang kita beli, tetapi berlaku juga untuk kualitas isi dompet kita, agar tidak menyesal dikemudian hari.[]

SUMBER : MUPENG-Komunitas Explore Indonesia

2 responses to “SEKARBELA, Kampung Mutiara di P. Lombok.

  1. Ingat sama nasi sekarbela.. dulu semasa masih kuliah, keluyuran malam-malam, laper, mampir beli nasi sekarbela.. Kangen Lombok..

  2. kalau berminat membeli silver jewelry secara online bisa coba kunjungi eshop kami. ada juga yg desainnya mutiara🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s