Kepentingan Nasional dan Isu Pemekaran


Kepentingan Nasional menjadi wacana yang terlupa dalam isu pemekaran daerah di Indonesia. Kepentingan daerah nyaris menjadi pertimbangan dominan, padahal sebetulnya kepentingan nasional juga sangat penting untuk diperhatikan oleh para pengambil kebijakan. Pentingnya integrasi nasional menjadi salah satu yang amat krusial dan tak boleh diabaikan oleh semua pihak.

Oleh : Robyan Endruw Bafadal*

Salah satu imbas pelaksanaan kebijakan Otonomi Daerah yang mulai diberlakukan tahun 2001 ialah munculnya daerah-daerah baru hasil pemekaran. Terjadi ledakan luar biasa dalam hal pembentukan dan pemekaran daerah baru di Indonesia. Sejak dimulainya otonomi daerah secara efektif enam tahun yang lalu, tercatat jumlah daerah bertambah sekitar 30 %.

Wacana pemekaran dan atau pembentukan daerah baru di Indonesia selama ini didominasi sebagai usulan yang bersifat bottom-up. Artinya wacana untuk membentuk daerah baru merupakan isu yang diangkat sendiri oleh daerah dengan pertimbangan hal-hal tertentu. Pertimbangan yang selama ini telah menjadi common sense misalnya daerah geografis yang terlalu luas, kesenjangan ekonomi antara calon daerah baru dengan kabupaten induk, perbedaan etnis dengan mayoritas kabupaten induk, konflik komunal antar mereka sendiri, dan sebagainya.

Harapannya dengan terbentuknya daerah baru akan mengatasi permasalahan di atas. Terbentuknya daerah baru akan memudahkan pengawasan dan jangkauan birokrasi dalam melayani masyarakat. Ekonomi masyarakat di daerah hasil pemekaran nantinya akan meningkat, dan konflik yang terjadi di antara mereka akan berhasil diselesaikan. Konflik yang diselesaikan karena mereka telah memiliki ‘wilayah’ sendiri dengan prinsip mandiri sehingga mampu mengelola sumber daya yang ada. Konflik yang terjadi umumnya disebabkan adanya perebutan sumber daya di satu wilayah.

Namun demikian agaknya ada yang alpa ketika muncul wacana pembentukan atau pemekaran daerah, yaitu hilangnya pertimbangan kepentingan nasional. Selama ini, dalam wacana pemekaran masalah kepentingan nasional jarang sekali disebut. Kepentingan daerah menjadi pertimbangan dominan ketika menggulirkan wacana pembentukan dan atau pemekaran daerah. Padahal sesungguhnya kepentingan nasional juga sangat penting untuk diperhatikan para pengusul pemekaran. Karena semua daerah berlindung pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setidaknya ada tiga kepentingan nasional yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kebijakan pemekaran di Indonesia, yaitu pembangunan ekonomi nasional, pembangunan politik nasional, dan pembangunan pertahanan dan keamanan. (Cornelis Lay dan Purwo Santoso, 2006)

Pemekaran daerah wajib dilakukan dalam rangka mengurangi kesenjangan antar daerah, terutama antara daerah di Pulau Jawa dengan Luar Jawa. Gerakan pemisahan diri yang sempat muncul di beberapa daerah tidak lepas dari masalah kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Pemekaran diharapkan akan mampu mendorong aktivitas perekonomian di daerah yang selama ini dikenal sebagai daerah tertinggal. Kehadiran daerah-daerah baru akan diikuti dibangunnya infrastruktur dasar dan berbagai fasilitas pelayanan publik. Jika terjadi pertumbuhan dan akselerasi ekonomi di daerah tersebut maka akan menghambat munculnya gejala deintegrasi dan delegitimasi terhadap pemerintah pusat.

Luasnya sebuah daerah akan menyebabkan sulitnya masyarakat merasakan kehadiran negara dalam bentuk fasilitas pelayananan publik. Alpanya kehadiran negara dalam penyediaan fasilitas publik kemudian akan memupuk meningkatnya semangat etnisitas dan lokalitas menyaingi identitas ke-Indonesiaan. Jika hal ini terus berlangsung akan mengancam disintegrasi dan menguatnya gerakan pemisahan diri dari NKRI. Apalagi jika mereka hanya bisa mendengar kemakmuran yang dirasakan masyarakat di daerah lain akan makin menguatkan kecemburuan sosial.

Dengan terbentuknya daerah baru diharapkan akan mampu mendekatkan masyarakat dengan berbagai fasilitas pelayanan publik yang wajib disediakan oleh pemerintah. Dengan mendekatkan pelayanan publik dengan masyarakat akan memupuk rasa ke-Indonesia-an karena mereka merasa dihargai oleh pemerintah pusat. Kehadiran negara dengan pemberian pelayanan publik akan memupuk perasaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bersama-sama dengan saudara-saudara di daerah lain.

Dengan wilayah kepulauan yang sangat luas tentulah sangat sulit bagi pemerintah dalam pengamanan dan penjagaan wilayah. Berbagai kasus ‘penjualan pulau’, kasus Ambalat, dan – yang paling fenomenal – lepasnya Sipadan dan Ligitan merupakan bukti lemahnya penjagaan wilayah, terutama di wilayah perbatasan. Oleh karena itu pembentukan daerah baru diharapkan mampu meningkatkan kemampuan negara dalam rangka pengamanan dan penjagaan wilayah Indonesia, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Demikianlah beberapa kepentingan nasional yang perlu diperhatikan dalam rangka pembentukan daerah otonom. Kepentingan nasional perlu mendapat perhatian, tidak hanya kepentingan daerah saja yang perlu diperhatikan sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini.

* Penulis adalah staf pengajar pada STKIP HAMZANWADI Pancor dan alumni Program Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

3 responses to “Kepentingan Nasional dan Isu Pemekaran

  1. “Alpanya kehadiran negara dalam penyediaan fasilitas publik kemudian akan memupuk meningkatnya semangat etnisitas dan lokalitas menyaingi identitas ke-Indonesiaan”. Semoga pemerintah benar-benar memperhatikan tulisan ini dan mencari solusi yang baik. Saat ini, OTODA sudah cenderung kearah etnis, seperti Bupati harus putra daerah, kepala kantor harus putra daerah. dan lain-lain harus putra daerah.

  2. Di satu sisi kebijakan akan adanya otonomi daerah menjadi begitu relevan mengingat kesenjangan yang selama ini terjadi antara pusat dan daerah..tapi bila berbicara isu ke-etno-an maka sangat berpotensi membangkitkan fanatisme kesukuan yang tidak jarang bahkan mengarah kepada disintegrasi bangsa..mudah2an secepatnya ada solusi buat negara kita yang sudah carut marut ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s