Menanti Keajaiban di Pilkada NTB


Popularitas hanyalah satu dari sekian indikator penentu kemenangan dalam Pilkada. Beberapa indikator lain, mesin politik yang kuat, dana yang ‘gede’ dan visi yang ok, tidak bisa dinafikan. Pengalaman pilkada yang sudah-sudah di beberapa daerah menunjukkan banyak keajaiban politik terjadi. Seorang calon yang diawal-awal pilkada tak punya daya tawar, popularitasnya nihil, namun keluar sebagai juara diakhir penghitungan suara. Mungkinkah di NTB terjadi demikian?

Oleh : Achmad Jumaely*

Kerusuhan yang terjadi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU)–NTB Hari Sabtu lalu (16/5) antara para pendukung calon independen (CI) dan aparat keamanan, nampaknya tak akan banyak mempengaruhi peta politik para kontestan yang sudah dipastikan lolos pada Pemilihan Gubernur Juli mendatang.

Walau nanti, polemik di KPU berakhir dengan keputusan mengikutsertakan CI dalam pilkada misalnya, maka tetap saja perebutan suara bakal signifikan hanya pada empat calon yang sudah jelas-jelas lolos hingga hari ini, yakni pasangan Srinate-Husni Jibril (Serius), TG. Bajang-Badrul Munir (TGB), Zaini Aroni –Nurdin Ranggabarani (Zanur) dan Nanang-Jabir (Naja).

Saya tak hendak mencoba memupuskan harapan para pendukung CI, tapi memang realitasnya demikian. Buat saya, polemik CI ibarat memasukkan paku di tembok beton. Memang bisa, namun butuh perjuangan berat.

Popularitas Di Arus Bawah

Pada pertengahan Januari lalu, saya berkesempatan menjadi Surviour (Relawan Survei) Lingkar Survei Indonesia (LSI) di dua kecamatan di Lombok Tengah. Saya menyurvei 20 orang dengan kalkulasi masing-masing kecamatan 10 orang yang diambil secara acak di dua desa.

Pada item pertanyaan “Apakah Ibu/Bapak pernah mendengar atau membaca nama –nama berikut? (pertanyaan diikuti 15 nama tokoh politik NTB), ternyata muncul dua nama yang paling dikenal, TGH. Zainul Majedi (Tuan Guru Bajang) dan Serinate.

Di item yang lebih mengerucut, “Seandainya pemilihan langsung Gubernur NTB dilaksanakan hari ini, siapa yang akan bapak/Ibu pilih diantara dua nama ini? 1. Drs. L. Serinate 2. TGH. Zainul Majedi?, masyarakat rata-rata diam tak punya jawaban.

Dari hasil pantauan lapangan ini –walau skalanyanya kecil- tampak popularitas bawah TGB dan Srinate di arus menempati rangking tertinggi. Sebagian masyarakat mengaku dengan dengan nama Tuan Guru Bajang karena ceramah-ceramahnya melalui radio dan cerita orang-orang. Sementara Srinate dikenal masyarakat karena posisi incumbentnya sebagai Gubernur NTB saat ini.

Jika melihat hasil ‘kecil’ survei ini nampaknya popularitas pasangan Serius dan TGB di arus bawah sama-sama menggila. Namun, kesempatan menang antara keduanya masih fivety–fivety dan terbuka lebar. Apalagi jika dilihat dari sikap “diam” masyarakat ketika ditanya seandainya memilih hari ini, yang menunjukkan sepertinya terdapat pertimbangan-pertimbangan lain di hati kecil yang samasekali tak bisa di survei.

Bagaimana dengan dua pasangan lainnya, Naja dan Zanur? Popularitas dua pasangan ini tampak sebaliknya bahkan dapat dibilang mereka gigit jari. Butuh usaha keras untuk mendongkraknya lewat Advertising Politics yang lebih kenceng lagi. Hal ini wajar, karena secara sosial, nama keduanya nyaris tak membumi di masyarakat NTB. Nanang Samoedra jarang bersentuhan dengan masyarakat walawu ia menempati jabatan strategis sekretaris daerah-nya, begitu juga dengan Zaini Aroni yang terlihat elitis dengan jabatan kepala dinasnya di Dikpora.

Keajaiban Politik

Walau demikian, tak ada takdir dalam politik. Semuanya jarang bisa di tebak. Sementara popularitas hanyalah satu dari sekian indikator penentu kemenangan. Beberapa indikator lain, mesin politik yang kuat, dana yang ‘gede’ dan visi yang ok, tidak bisa dinafikan. Pengalaman pilkada yang sudah-sudah di beberapa daerah menunjukkan banyak keajaiban politik terjadi. Seorang calon yang diawal-awal pilkada tak punya daya tawar, popularitasnya nihil, namun keluar sebagai juara diakhir penghitungan suara.

Pengalaman terbaru datang dari pilkada Bonjonegoro. Suyoto, seorang Muhammadiyah yang tidak populis. Diawal-awal masa pencalonan, Suyoto bahkan dipandang sebelah mata oleh berbagai kalangan. Bahkan, ketika Suyoto mengajak calon lain bergabung nyaris tidak ada yang mau karena menganggap Suyoto tidak mewakili segmen politik yang signifikan di kabupaten yang mayoritas Nahdlatul Ulama (NU) itu. Namun luar biasa, Suyoto berhasil keluar sebagai pemenang dengan titel “Orang Muhammadiyah yang menang di kampungnya orang NU”

Di Pilkada NTB bisa jadi demikian. Walau dua pasangan Serius dan TGB secara angka menang telak, pasangan lain Zanur dan Naja bisa saja menyalip di persimpangan jalan. Keempat-empat pasangan masih besar peluang untuk menang.

Tinggal sekarang, sejauhmana masing-masing tim sukses bekerja keras dan bekerja cerdas. Kerja keras dipastikan akan menghasilkan hasil yang maksimal sementara kerja cerdas tentu saja akan menghasilkan efektifitas dan tak banyak yang sia-sia.

Dus, Dalam pilkada NTB, keajaiban-keajaiban politik masih ditunggu. Masyarakat NTB berharap pilkada kali ini bisa menghasilkan pemimpin yang betul-betul pemimpin. Pemimpin yang bisa mengayomi, berlaku adil, menjaga keagamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. Menghasilkan pemimpin yang demikian tidak bisa hanya dengan modal popularitas, uang dan mesin politik yang canggih. Tapi dengan visi dan pengalaman yang tangguh. Kita tunggu saja!. []

• Blogmaster www.opinikampus.wordpress.com
Blog pribadi: www.jhellie.co.nr

24 responses to “Menanti Keajaiban di Pilkada NTB

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di Social Bookmarking Indonesia http://www.infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://bali-nusa-tenggara.infogue.com/menanti_keajaiban_di_pilkada_ntb

  2. Ass.. pak sbg anggota DPR di bidang pnddkn bgmn mnrt bpk apkh dg gratisx biaya pnddkn dan mnngkatkatx nilai standar kelulusan dapat mnngkatkan mutu penddkan.(MOHON DI JELASKAN)

  3. ASS..Pak TG SEANDAINYA BPK TDK TERPILIH NANTI MNJD GUBERNUR APA YG AKAN LKUKAN APKH BPK TTP MNJD KETUA DEWAN TANFIDZIYAH ATO BPK MLKUKAN SESUATU YG BGMN ,JELASKAN!!!

  4. Ass…sy menudukung TG menjadi gubernur.

  5. ass..sya berharap kalo’ nanti tuan guru bajang menjadi gubernur,pengajiannya harus tetap terisi soalnya saya seneng denger pesen2nya

  6. Makasi atas komentar temans semua,
    kami tunggu tulisannya yach!

    salam
    Blogmaster

  7. makanya itu perlu pengwalan.

  8. NTB butuh pemimpin yg berwawasan politik tinggi serta jiwa robbani.
    Meski dmikian khadiran TGB sangat menarik untuk kita nanti.
    ……by. maskam

  9. memang dalam setiap pilkada selalu ada keajaiban-keajaiban politik diluar dugaan, tidak terkecuali di pilkada NTB, next apa yang terjadi?kita tunggu saja.namun jauh dari pada keajaiban-keajaiban yang akan terjadi, yang terpenting adalah bagaimana Masyarakat NTB melihat pilkada ke depan, mau memilih pemimpin yang seperti apa? itu adalah selera masyarakat yang ada.tentunya siapapun yang akan terpilih harus mampu menjadi seorang Pemimpin yang bisa mengayomi, berlaku adil, menjaga keagamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. Gubernur NTB kedepan harus mampu membawa peningkatan disegala sektor, bnaik kesejahteraan, meningkatkan potensdi daerah yang ada, baik dari SDA maupun SDM. karena yang kita tahu bahwa masyarakat NTB khususnya masyarakat yang ada di pulau Lombok kurang mampu mencuri perhatian Nasional, padahal potensi SDM yang dimiliki tidak kalah dengan daerah lain. ayo masyrakat NTB saatnya untuk menentukan arah langkah mu kedepan, tuk menjadi masyarakat yabng sejahtera berwawasan futuristik

  10. wajar saja masyarkat NTB tidak punya jawaban antara memilih T.G bajang atau L. Srinate. memilih keduanya adalah dilema. T.G bajang mungkin sosok yang masih “bersih” tapi pengalaman politiknya perlu dipertanyakan bahkan tidak sangat kntradktif sekali dengan L. Srinate yang punya pengalaman politik & birokrasi cukup tinggi tapi sayang dia “bermasalah” (dugaan korupsi). so u mau pilih salah satu diantara dua atau calon yang lain…

  11. TGB ternyata “sangat cerdik” dan “cermat”.
    Meski “mungkin” pengalaman birokrasinya “masih kurang” dibanding dengan calon lainnya, TGB dapat menutupinya dengan mengandeng seorang pasangan birokrat yang “pandai”.
    Menurut pengamatan saya: “Pasangan Baru, merupakan pasangan yang saling melengkapi, boleh di bilang “simbiosis mutualisme”.
    Akhirnya saya hanya bisa berharap: “Semoga Pasangan Baru dapat membawa masyarakat NTB kearah kesejahteraan, kemakmuran dan keberkahan, semoga demokrasi yang arif senantiasa hidup di bumi NTB”.

  12. SALAM PERJUANGAN!!!!!!!!!!!!!!!!!
    MA KASIH ATAS SEMUA IDE DAN OPINI YANG TELAH DIBERIKAN.
    SEMOGA APA YANG MENJADI IMPIAN KITA UNTUK MENDAPATKAN SOSOK FIGUR UMMAT MENJADI KENYATAAN, BUKAN HANYA KHAYALAN SEMU BELAKA.
    KEPADA SEMUA WARGA NTB, MARILAH KITA WUJUDKAN PILKADA YANG JURDIL, JANGAN ANDA MENGGADAIKAN PILIHAN ANDA DEMI SEMUA KEPENTINGAN SEMATA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    DAN BAGI SEMUA SIMPATISAN TGB, MARI SOLIDKAN BARISAN DAN LURUSKAN NIAT, SEMOGA APA YANG MENJADI IMPIAN DAPAT TERWUJUD, AMIN!!!!!!!!!!!!!!
    ALLAHHUAKBAR!!!!!!!!!!!!!!!
    KOBARKAN SEMANGAT JUANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  13. sayang sekali saya tidak bisa ikut memilih,,

    smg hasilnya nanti dapat membawa perbaikan NTB ke depannya, insyaAllah, aamiin…

  14. Siapapun yang jadi Gubernur NTB harus bisa membawa NTB menuju kemakmuran Dan menurut saya Infrastruktur di NTB sangat belum memadai ini yang menjadi PR bagi Gubernur yang akan datang.

  15. Saya bukan penduduk asli ntb, tp sy pernah tinggal di ntb,, selama saya disana,sy melihat banyak sekali potensi2 alam yg layak dikembngkan+dibudidayakn,, sy yakin hasilnya akan melimpah ruah, maka dari itu anda2 sekalian yg punya suara di NTB musti hati2 dalam menentukan pilihan,, karena menurut sy kandidat yg udah teruji dan terbukti dalam hal pengelolaan kekayaan alam+pariwisata serta pemanfaatan hasil2nya adalah pasangan
    Drs.L.SERINATE & HUSNI JIBRIL
    (Nomor.3).. +++

  16. Tuan Guru Bajang…
    Kamilah Pendukungmu
    Setia Reformasi
    Berani Berkorban Untukmu
    Tuan Guru Bajang Insyaalah Menang
    Rakyat NTB pasti-lah Senang
    Pribadi NTB-Ku
    NTB yang BARU
    NTB yang BARU
    NTB yang BARU

    Hidup TGB coblos Nomor 2…ingat – ingat …cling

  17. Rejackast dari sabang aceh

    Ass..salam dari Sabang- nanggroe aceh darussalam
    Tiang bajank kopang loteng…sayang tiang g bs milih..yah jd sasak rantau ya gini,hak suara hilang…
    Jgn heran ntar byk suara hilang,…btw
    Ok hanya doa yg tiang kirim moga semeton selapuk g salah milih..
    N mg ntb maju,lht potensi yg
    Ada..wisata n emas wowww g kalah dueh
    Kbri yah hasilx di seven_7ack@yahoo.com

  18. wanita adalah tiang negara, apabila baik wanita maka baik pula negara, apabila buruk wanita buruk pula negara, jadi wanita merupakan tolak ukur baik dan buruknya negara.

  19. assalamualaikum tuan guru… selamat atas telah terpilihnya tuan guru sebagai pemimpin umat saat ini. tolong bimbing kami orang-orang kecil seperti kami ini menuju perubahan yang benar-benar real dan menjadikan kami makmur, terbebas dari belenggu kaum penguasa, bebas beraspirasi serta khususk dalam menjalankan setip bentuk peribadatan kami

  20. Semeton Jum,

    SEdikit koreksi bahasa Inggris: fifty-fifty bukan fivety-fivety

    Teruskan berkarya
    salam

  21. Semeton aris,
    Tengkiyu atas koreksinya…
    Yang menjadi penghambat saya menulis opini itu sampai tiga hari berturut-2 karena soal “fifty-fifty-fivety-fivety” itu, mana yang benar?. Maklum inggris saya lemot banget.
    Sekarang saya tahu jawabannya…terima kasih banyak gih!!

    Salam
    Jhellie Maestro

  22. SEKARANG TGB SUDAH MENAG DAN NTB AKAN SEJAHTRA !

  23. HARUS BISA MENERIMA PERBEDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN

  24. PENGUMUMAN PEMERINTAH
    REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR : 4 TAHUN 2012

    Selaku pemegang kekuasaan
    tertinggi Perserikatan Bangsa-
    Bangsa, Internasional dan Negara
    Republik Indonesia, Kepala
    Negara Republik Indonesia dan
    Kepala Pemerintahan Republik
    Indonesia yang juga adalah
    pemegang kekuasaan tertinggi
    keuangan Negara Republik
    Indonesia dan Internasional
    mengumumkan :

    1. Demi keamanan sistem
    keuangan Negara Republik
    Indonesia, Pemerintah Republik
    Indonesia menyatakan bahwa
    Surat Utang Negara ( SUN ) yang
    dikeluarkan oleh Oknum yang
    mengatasnamakan Pemerintah
    Republik Indonesia sejak 1
    Januari 2011 hingga sekarang
    adalah inkonstitusional, ilegal dan
    batal demi hukum kerena sistem
    pembayaran maupun sistem
    pembayaran utang Negara
    Republik Indonesia sejak 1
    Januari 2011 telah menggunakan
    uang dalam bentuk surat
    berharga yang dikeluarkan oleh
    Ketua Badan Kehormatan Negara
    Republik Indonesia ( Ketua BKhN-
    RI ) selaku pemegang kekuasaan
    tertinggi keuangan Negara
    Republik Indonesia dan
    Internasional.

    2. Kas dan Anggaran Pendapatan
    Dan Belanja Negara Republik
    Indonesia ( APBN ) Tahun
    Anggaran 2012 adalah berjumlah
    Seribu Tujuh Ratus Trilyun
    Rupiah ( Rp.
    1.700.000.000.000.000,- ) terdiri
    dari Seribu Empat Ratus Lima
    Puluh Trilyun Rupiah berasal dari
    penghasilan Negara Republik
    Indonesia dari sektor Migas dan
    Non Migas sedang Dua Ratus
    Lima Puluh Trilyun tambahannya
    berasal dari Ketua Badan
    Kehormatan Negara Republik
    Indonesia ( Ketua BKhN-RI )
    selaku pemegang kekuasaan
    tertinggi keuangan Negara
    Republik Indonesia dan
    Internasional.

    3. Kekuasaan dan Alokasi
    Anggaran Pendapatan dan
    Belanja Negara Republik
    Indonesia ( APBN ) Kementerian,
    Badan, Komisi, Bank Indonesia,
    Kejaksaan Agung Republik
    Indonesia, Tentara Nasional
    Indonesia dan Kepolisian Negara
    Republik Indonesia sepenuhnya
    dalam kendali Ketua Badan
    Kehormatan Kementerian, Badan,
    Komisi, Bank Indonesia,
    Kejaksaan Agung Republik
    Indonesia, Tentara Nasional
    Indonesia dan Kepolisian Negara
    Republik Indonesia dengan
    persetujuan Ketua Badan
    Kehormatan Negara Republik
    Indonesia ( Ketua BKhn-RI ).

    4. Kekuasaan Pemerintahan,
    Anggaran Pendapatan dan
    Belanja Daerah ( APBD ) dan
    Alokasi Anggaran Pendapatan
    dan Belanja Negara Republik
    Indonesia ( APBN ) Provinsi se-
    Indonesia sepenuhnya dalam
    kendali Ketua dan atau Pelaksana
    Ketua Badan Kehormatan
    Provinsi se-Indonesia dengan
    persetujuan Ketua Badan
    Kehormatan Negara Republik
    Indonesia ( Ketua BKhN-RI ).

    5. Kekuasaan Pemerintahan,
    Anggaran Pendapatan dan
    Belanja Daerah ( APBD ) dan
    Alokasi Anggaran Pendapatan
    dan Belanja Negara Republik
    Indonesia ( APBN ) Kabupaten
    dan Kota se-Indonesia
    sepenuhnya dalam kendali Ketua
    Badan Kehormatan Kabupaten
    dan Kota se-Indonesia dengan
    persetujuan Ketua Badan
    Kehormatan Negara Republik
    Indonesia ( Ketua BKhN-RI ).

    Dikeluarkan di : Bau-Bau
    Pada tanggal : 9 Juni 2012

    KETUA BADAN KEHORMATAN
    NEGARA
    REPUBLIK INDONESIA

    TTD

    JENDERAL BESAR L.M. SYAHRIAL, SH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s