Jihad Melawan Kemiskinan

cakepkan.jpg
Yusuf Tantowi

UMAT Islam patut berguru dari peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Bangladesh, Muhammad Yunus. Pria kelahiran 28 Juni 1940, kini tercatat sebagai salah seorang tokoh paling populer abad ini. Gerakannya telah memberikan inspirasi bagi para pemimpin dunia dalam upaya melawan kemiskinan diberbagai penjuru dunia.


Setelah berhasil meraih doktor dari Vanderbilt University Amerika Serikat (AS) bukan menjadikan Muhammad Yunus bangga. Ia justru prihatin dengan kemiskinan yang terus ‘mewabah’ dinegaranya. Ketika itu Yunus diterima menjadi dosen ekonomi di Chittagong University, Bangladesh.

Setiap usai mengajar, Yunus selalu merasa risih dengan gelar doktor yang disandangnya. Betapa tidak, gelar doktor yang dia pegang, termasuk berbagai teori ekonomi yang diajarkan diruang kuliah ternyata tidak mampu mengangkat derajat hidup warga Bangladesh dari jerat kemiskinan.
Sampai suatu hari Yunus bertemu Sofia Bangun, seorang pengemis asal desa Jobra dekat kampus tempatnya mengajar. Merasa kasihan, ia kemudian memberi pinjaman kepada pengemis itu sebagai modal usaha. Hebatnya, dalam waktu yang tidak lama pengemis itu mampu mengembalikan pinjaman tepat waktu.

Sukses memberikan pinjaman kepada pengemis itu, Muhammad Yunus pun memberanikan diri meminjam modal dari bank kampusnya tempatnya mengajar untuk memberikan pinjaman kepada warga lain yang tidak mampu. Semula satu orang, lalu bertambah menjadi ratusan orang.
Tidak puas meninjam dari bank, tahun 1976 Muhammad Yunus mendirikan Grameen Bank (Bank Desa)- sebuah lembaga keuangan desa yang bertujuan memberikan pinjaman modal usaha tanpa agunan (jaminan) serta bunga. Uniknya lagi pinjaman ini khusus ditujukan kepada kaum wanita dan pengemis yang tidak memiliki mata pencaharian.

Kini Grameen Bank telah memiliki 6,6 juta nasabah, 90 persennya perempuan. Dengan jumlah cabang 1.267 cabang , bekerja di 46.000 desa. Sementara staf yang dimiliki sudah mencapai 12.000 orang. Dengan total kredit yang dipinjamkan mencapai 4,5 Milyar dolar AS. Bulan Agustus 1983 tercatat 18.000 pengemis bergabung dengan program ini. Dan Juli 2005 saja tercatat sudah 786 anggota berhenti mengemis. “Tujuan program ini bukan hanya memberdayakan secara ekonomi, tapi juga mengangkat moral dan harga diri para pengemis itu” kata.
Nah, upaya Muhammad Yunus mengeluarkan warga Bangladesh dari jerat kemiskinan tergolong jihad sosial yang patut dicontoh. Jihad dalam arti sungguh-sungguh memikirkan kemaslahatan orang bayak dari cengkraman kemiskinan. Melalui Bank Desa yang dibangun ia berhasil mengikis praktek riba dan tengkulak dengan membebaskan bunga pinjaman serta agunan kepada orang miskin. itu artinya melalui kerja kerasnya Muhammad Yunus berhasil mentransformasikan nilai-nilai Islam untuk perubahan sosial.

Maka, Yunus bukan hanya berjihad melawan kemiskinan secara fisik (otot), tapi juga hati dan pikirannya. Maka, melalui ijtihad sosial yang panjang ia sangat yakin bahwa orang miskin bisa hidup mandiri jika diberi akses yang memadai. “Jangan beri rakyat uang begitu saja. Rakyat tidak perlu belas kasihan. Beri akses, kesempatan maka rakyat miskin akan bangkit sendiri” katanya dihadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam surat Al-Ankabut ayat 6 Allah SWT menjelaskan : ”Barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari sekalian alam..” Lalu pada ayat 29 dilanjutkan ”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang –orang yang berbuat baik”. Jadi, Muhammad Yunus bukan hanya memiliki pribadi agung yang patut dicontoh, tapi pantas disejajarkan dengan tokoh-tokoh besar dunia.

*Pegiat Pluralisme tinggal di NTB sedang menggarap buku “Menulis buku di bangku kuliah”

One response to “Jihad Melawan Kemiskinan

  1. santaimu juga belaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s