Kekerasan Terhadap Pers Kembali Terjadi

i-awas-logo.jpg
Berawal dari sebuah Opini yang dimuat di buletin SiKAP edisi November yang diterbitkan pada 15 November 2007 di IAIN “SMH” Banten, kasus ini dimulai.
Sebuah UKM yang notabene mencintai alam merasa tersinggung dengan isi dari rubrik opini yang ditulis oleh Muhamad Tohir (23), Pemimpin Redaksi LPM SiGMA.
Pukul 14.45 WIB (04/12) seorang anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapeka) datang ke Lembaga Pers Mahasiswa SiGMA untuk meminta arsip buletin Sikap edisi November 2007. Karena arsip buletin tersebut telah diserahkan seluruhnya ke Rumah Dunia dan di LPM SiGMA arsipnya telah habis, beberapa crew SiGMA menawarkan untuk menggantinya dengan buletin dalam bentuk print out dan ia menyetujuinya, lalu diserahkanlah kepadanya dalam bentuk print out.

Beberapa waktu kemudian, tepatnya pukul 15.15 WIB beberapa pengurus UKM Mahapeka, diantaranya Kurnia, yang membawahi bidang kealaman mendatangi kantor redaksi LPM SiGMA di Gedung PKM lantai 2 untuk meminta klarifikasi tentang opini yang telah diterbitkan di buletin Sikap. Sambil memegang buletin yang sebelumnya telah di-photocopy tersebut, mereka menanyakan tentang isi opini yang berjudul “Kebadutan Kita” yang ditulis oleh M. Tohir–yang menurut mereka di salah satu paragrapnya menyudutkan UKM Mahapeka.

Dalam paragrap terakhir, kalimat terakhir dikatakan “Merokok jelas-jelas akan merusak udara. Merusak alam. Jika pecinta alam masih tetap merokok, maka rasa cintanya terhadap alam belum bisa dipercaya”. Setelah mendengarkan keberatan yang disebutkan pihak Mahapeka, Tohir menjelaskan bahwa opini tersebut murni statement-nya pribadi dan tidak bermaksud menyudutkan siapa pun. Merasa tidak puas dengan penjelasan Tohir, pihak Mahapeka meminta penulis opini (Tohir), dan Pimpinan Umum LPM SiGMA untuk meminta maaf dan datang ke sekretariat UKM Mahapeka pada pukul 16.00 WIB. Dalam proses obrolan tersebut, salah seorang anggota mahapeka yang ikut dalam obrolan tersebut memukul-mukul papan plang SiGMA, melemparkan, mematahkan, dan membakarnya.

Pukul 16.00 WIB, salah seorang pengurus Mahapeka datang untuk menyusul Tohir. Karena yang ditunggu belum datang juga, beberapa pengurus UKM Mahapeka melempari kantor redaksi LPM SiGMA dengan batu. Melihat perbuatan beberapa pengurus Mahapeka yang sudah mulai anarkhis, dengan niat untuk memberikan klarifikasi secara jelas dan gamblang, Tohir bersama tiga orang temannya, Darjat (21), Iman (19), dan Gugun (21) mendatangi UKM Mahapeka. Memasuki sekretariat Mahapeka, Tohir disambut oleh Ketua Umum UKM Mahapeka, Mukhlis. “Maksud dia naon nulis kitu?” bentak Mukhlis. Mencoba menjelaskan dengan perasaan tertekan dikelilingi para pengurus UKM Mahapeka yang sudah dirundung emosi, Tohir menjelaskan jawabannya sesuai dengan pertemuan dengan Kurnia pada pukul 15.00 WIB sebelumnya. Merasa jawaban dari Tohir kurang jelas, Mukhlis hendak memukul namun ditahan oleh temen-temannya. Merasa ditahan, lalki-laki yang biasa di panggil Kancil ini hanya bisa melempar Handphone-nya ke arah Tohir, namun meleset. Karena ada yang mengawali, salah seorang pengurus pecinta alam yang lain melemparkan gesper kearah Tohir namun juga tidak mengenai sasaran. Tiba-tiba dari arah belakang, seorang anggota Mahapeka memukul wajah Tohir. Melihat gelagat tidak baik tersebut, beberapa pengurus Mahapeka lain yang ada di dalam ruangan mencoba melerai dan ‘mendinginkan’ suasana. Setelah proses negosisasi terjadi, dicapai kesepakatan diantara Tohir dengan pengurus Mahapeka, bahwasanya Tohir dan LPM SiGMA harus meminta maaf kepada MAPALA se-Banten dalam bentuk tertulis dan disebarkan maksimal tanggal 7 Desember 2007.

Tak lama setelah itu, Pimpinan Umum LPM SiGMA, Abdul Malik memasuki sekretariat UKM Mahapeka. Malik menjelaskan mekanisme pemberitaan dan pemuatan opini, juga tentang hak jawab pembaca. dicapai kesepakatan bahwa Tohir atas nama pribadi tanpa membawa institusi LPM SiGMA akan meminta maaf dalam bentuk tertulis kepada MAPALA se-Banten.

Merasa dianiaya, sekitar Pukul 19.00 WIB, Tohir melaporkan insiden pemukulan itu ke Polres Serang, setelah sebelumnya divisum di Instalasi Rawat Darurat RSUD Serang dengan nomor kartu kunjungan RD No RM: 89 46 02.

Di Polres Serang Tohir disambut oleh Kasat Reskrim. Laporan tersebut diterima oleh pihak polres dengan nomor surat No Pol: STPL/891/XII/2007/SPK dan akan ditindak lanjuti. (SiGMA)

RESOURCE : http://lpm-sigma.blogspot.com/2007/12/berawal-dari-sebuah-opini-yang-dimuat.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s