Warga Negara Taqwa

muslim_amerika-1.jpg

Makna taqwa yang tersirat dalam Islam, membingkaikan nilai nilai ketuhanan pada kehidupan sehari hari dengan perasaan percaya diri yang seutuhnya hingga apa yang kita perbuat bermakna bagi diri sendiri dan lebih lebih bagi orang banyak, sadar seutuhnya hidup dalam alam yang sama tetapi penuh dengan perbedaan, yang akan memuncukan perasaan optimis dalam berprilaku sebagai pribadi maupun kelompok dalam komunitas

Oleh : AKHDIYANSYAH*

Negara bangsa ini dihajatkan berdiri oleh para “pendirinya” untuk menciptakan kehidupan yang damai dan tentram dalam menuju kesejateraan rakyat. Ini tertera dengan jelas didalam dasar negara kita yang konon sangat disakralkan sekali pada moment seremonial, yang mudah-mudahan para “terkuasakan oleh rakyat” Tidak lupa untuk mengingat pesan pesan rakyat, tidak buta untuk melihat kesengsaraan rakyat serta tidak tuli untuk mendengarkan kisah kesejahteraan yang diinginkan oleh rakyat.

Rakyat yang dibahasakan dalam sebuah negara adalah warga negara, karena itulah secara hakikat rakyatlah yang mempunyai negara ini dan bukan para pejabat atau penguasa, oleh karenanya apapun yang dilakukan oleh para abdi rakyat (pejabat dan birokrasi) haruslah untuk kepentingan hidup atau kesejahteraan warga negara nya.

Indonesia yang mayoritas Islam warga negaranya sangat penting memahami perannya sebagai “pemilik negara”. Peran yang paling pokok yaitu sebagai pelaku perubahan yang disebabkan semangat taqwa yang optimis atas muatan utama pribadi muslim yang berkesadaran ilahiyah, sebagai warga negara.

Sepenggal ungkapan yang kerap muncul di telinga kita, ketika khatib berkhotbah pada setiap jum’at adalah ajakan untuk tetap taqwa bahkan bertaqwa yang sesungguhnya kepada Allah SWT. Permasalahan yang kerap muncul adalah keterhambatan dalam menerjemahkan taqwa pada kehidupan sehari hari baik sebagai pribadi atau masyarakat yang hidup dalam sebuah negara bangsa.

Makna taqwa yang tersirat dalam Islam, membingkaikan nilai nilai ketuhanan pada kehidupan sehari hari dengan perasaan percaya diri yang seutuhnya hingga apa yang kita perbuat bermakna bagi diri sendiri dan lebih lebih bagi orang banyak, sadar seutuhnya hidup dalam alam yang sama tetapi penuh dengan perbedaan, yang akan memuncukan perasaan optimis dalam berprilaku sebagai pribadi maupun kelompok dalam komunitas

Pesimisme adalah cermin dari orang-orang yang tidak bertaqwa, atau bertaqwa tapi dia tidak mampu memaknai ketaqwaannya dan tidak bisa menafsirkan ketaqwaan tersebut dalam kecakapan pribadinnya dan kepercayaan diri yang dipupuk dengan prinsip prinsip hidup utama. Taqwa sesungguhnya selalu berkolerasi positif dengan optimistis. Oleh karenanya warga negara yang nota bene-nya dari pribadi muslim sejati haruslah tetap menanamkan kesadaran untuk taqwa sebagai warga negara, yakni tetap konsisten atas peran peran perubahan yang dimandatkan Allah SWT

Dalam konteks ini munculnya warga yang tidak pernah putus asa menghadapi berbagai macam masalah kehidupan dan tantangan dihadapi yang walaupun itu rumit, prinsip yang dibangun tentunya dalam konteks dan kerangka kebersamaan. Sebagai warga negara haruslah menanamkan sensitiftas yang tinggi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh negara bangsa, karena permasalahan tersebut adalah permasalahan pribadi dalam kehidupan bersama maka upayanya adalah bagaimana memikirkan lebih jauh secara bersama dan harus diselesaikan bersama oleh warga negara sendiri.

Taqwa harus dimaknai sebagai keyakinan yang hidup dari kesadaran Ilahiyah yang darinya akan lahir pribadi yang teguh memegang prinsip dan disertai dengan perasaan Istiqomah yang konsistent untuk membangun suatu orde keadilan. Sebagai jaminan dihormatinya aturan bersama tentu tidak akan ada lagi kita mendengar pencuri yang digebuk kepalanya oleh masa, tidak ada lagi koruptor yang menjilat, pejabat akan menggunakan kekuasaan sebagai amanah bukan tahta, kita sesama manusia akan saling menolong atas ikatan kebersamaan sebagai warga negara. Hal ini muncul karena sadar apa yang dilakukan sebagaimana prinsip yang diyakini dan dimaknai sebagai sesuatu kesadaran Ilahiyah yang senantiasa akan menjadi tolak ukur berprilaku.

Dalam berinteraksi dengan sesama warga negara maupun menghadapi kenyataan yang ada tentu menghadapi permasalahan, maka bagi warga negara yang taqwa seyogyanya permasalahan tersebut diselesaikan dengan aturan bersama (hukum, norma atau kesepakatan bersama), demi terwujudnya kesejahteraan sebagai sebuah cita cita dan kehendak bersama berdasar hak hak kemanusiaan yang diperjuangkan oleh Islam

Istiqomah itu sendiri lahir dari suatu pandangan ketuhanan yang mapan, bahwa tugas manusia sebagai khalifatul fil ardhi dimuka bumi ini untuk menegakan nilai nilai kemanusiaan hal itulah yang dicerminkan dalam al qur’an sebagai Ulil Albab, yaitu sebagai figur peendobrak perubahan menuju kemaslahatan bersama, bukan malah merun-tuhkan nilai nilai tersebut dalam praktek yang tidak qur’ani yang mengatas namakan Islam. Firman Allah SWT “Dan dalam hukum qishas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu,hai Ulul al Bab, supaya kamu bertaqwa”-Al Baqarah (2) : 179

Surat Al Baqarah diatas coba menjelaskan bahwa Ulul Al Bab (pendobrak Kebekuan menuju perubahan) haruslah meyakini bahwa segala persoalan berpangkal atas adanya cita cita ideal yang ingin dicapai maka apabila adanya Qisas (sebagai ibarah), sebenarnya adalah sebuah jaminan bagi orang orang yang mau menghadapi tantangan (masalah) dengan hati yang jernih dan berpangkal optimis untuk menuntaskannya.

Umat Islam sebagai umat mayoritas dan berkewarga negaraan Indonesia haruslah mampu melakukan peran kekhalifahannya dalam ruang yang optimis menuju ulil al bab untuk mengayomi kehidupan bersama di Indonesia ini. Sebagai warga negara yang bertaqwa maka akan menghiasi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan nilai nilai Islami yang berlandas atas asas kemanusiaan yang menebar kedamaian, menghormati perbedaan dalam bingkai kebersamaan, karena landasan kesadaran jiwa sebagai khalifatul fi ardhi akan senantiasa tertanam.

Semoga kita semua termasuk warga negara taqwa, yang sadar akan haknya, mampu berperan sebagai pelopor perubah serta tetap optimis dalam menghadapi masalah dan mengedepankan prinsip kebersamaan dalam menuntaskan kemelut negara bangsa ini, Amin yarabbal alamin.•

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s