Tilang

Oleh: ACHMAD JUMAELY

Maha benar Allah yang maha mengetahui segala apa yang kita perbuat. Ceritanya begini. Suatu malam, dikost saya yang terletak di Pejeruk Dasan Agung Mataram, saya dan dua teman saya sangat lapar. Uang kami betul-betul habis, sementara tak sesuatupun ditempat itu yang bisa dimakan. Saya melirik Kemeras (Ember yang kami buat mewadahi beras), saya membongkar wadah itu, saya temukan hanya setengah gelas tersisa disana. Saya tersenyum sebentar. Tapi tak lama, saya teringat minyak kompor yang habis sejak lusa lalu.

Saya dan dua teman sayapun pasrah. Kami putar otak mencari solusi. Iya, teman saya punya ide untuk meminjam uang pada seorang kawan. Setelah di SMS, kawan itu bilang “Maaf saya juga sedang bokek”. Kamipun mencari teman yang lain, sekali lagi kami mendapat jawaban sama sampai tiga teman berikutnya, jawaban tetap sama, nihil.

Tinggal satu harapan lagi, meminjam duit di organisasi tempat kami berkreatifitas di kampus. Saya berdua pergi ke kost bendahara organisasi tersebut. Sesampai dikostnya, Alhamdulillah uang itu ada dan kami pinjam 50 ribu rupiah. Namun karena malu saat itu, saya sempat berbohong, saya bilang kami butuh uang karena di tilang sama polisi.

Dengan bahagia saya dan teman saya balik ke kost dan bersama-sama berangkat makan di Jalan Airlangga dengan sepeda motor, kami bonceng tiga. Setelah makan, kami sempat beli gorengan dulu. Dan naas, saat kami melaju pulang, tepat di perempatan Rumah Sakit Bersalin Susbandoro, kami dikejar polisi. “Anda ikut ke kantor” kata polisi itu segera setelah mengambil STNK.

Insting saya main, “Polisi ini pasti bisa diajak damai” fikir saya. Karennya saya minta teman saya memberinya uang tiga 3 ribu rupiah sisa dari belanja gorengan tadi. Teman saya morogoh kantongnya kanannya dan mengeluarkan uang itu. Sebelumnya polisi itu menolak, tapi lama-lama ia mau juga. Ia mengambil uang itu.

Kami pulang dengan tersenyum karena uang yang didapat polisi itu hanya tiga ribu rupiah. Namun Allah Maha Tahu segalanya, setelah sampai dikost, teman saya merogoh lagi kantongnya kananya dan…. ternyata yang dikasi tadi salah. Uang itu bukan yang 3 ribu rupiah, tapi yang 30 ribu. Teman saya lupa, jika uang tiga ribu itu ia taruh dikantong kirinya. Sementara yang 30 ribu ada dikantong kananya.

“Ini gara-gara kalian berbohong pas meminjam uang tadi” kata teman saya langsung.[]

“Allah sungguh maha tahu segala sesuatu yang kita perbuat. Karenanya yakinlah ketika berdua ada Dia yang ketiga, dan jika sendiri, yakinlah kita sedang berdua dengan diri-nya. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan Maha Mengetahui”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s