Menanti Keajaiban di Pilkada NTB
Ditulis oleh The Young Community di/pada Mei 19, 2008

Popularitas hanyalah satu dari sekian indikator penentu kemenangan dalam Pilkada. Beberapa indikator lain, mesin politik yang kuat, dana yang ‘gede’ dan visi yang ok, tidak bisa dinafikan. Pengalaman pilkada yang sudah-sudah di beberapa daerah menunjukkan banyak keajaiban politik terjadi. Seorang calon yang diawal-awal pilkada tak punya daya tawar, popularitasnya nihil, namun keluar sebagai juara diakhir penghitungan suara. Mungkinkah di NTB terjadi demikian?
Oleh : Achmad Jumaely*
Kerusuhan yang terjadi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU)–NTB Hari Sabtu lalu (16/5) antara para pendukung calon independen (CI) dan aparat keamanan, nampaknya tak akan banyak mempengaruhi peta politik para kontestan yang sudah dipastikan lolos pada Pemilihan Gubernur Juli mendatang.
Walau nanti, polemik di KPU berakhir dengan keputusan mengikutsertakan CI dalam pilkada misalnya, maka tetap saja perebutan suara bakal signifikan hanya pada empat calon yang sudah jelas-jelas lolos hingga hari ini, yakni pasangan Srinate-Husni Jibril (Serius), TG. Bajang-Badrul Munir (TGB), Zaini Aroni –Nurdin Ranggabarani (Zanur) dan Nanang-Jabir (Naja).
Saya tak hendak mencoba memupuskan harapan para pendukung CI, tapi memang realitasnya demikian. Buat saya, polemik CI ibarat memasukkan paku di tembok beton. Memang bisa, namun butuh perjuangan berat.
Popularitas Di Arus Bawah
Pada pertengahan Januari lalu, saya berkesempatan menjadi Surviour (Relawan Survei) Lingkar Survei Indonesia (LSI) di dua kecamatan di Lombok Tengah. Saya menyurvei 20 orang dengan kalkulasi masing-masing kecamatan 10 orang yang diambil secara acak di dua desa.
Pada item pertanyaan “Apakah Ibu/Bapak pernah mendengar atau membaca nama –nama berikut? (pertanyaan diikuti 15 nama tokoh politik NTB), ternyata muncul dua nama yang paling dikenal, TGH. Zainul Majedi (Tuan Guru Bajang) dan Serinate.
Di item yang lebih mengerucut, “Seandainya pemilihan langsung Gubernur NTB dilaksanakan hari ini, siapa yang akan bapak/Ibu pilih diantara dua nama ini? 1. Drs. L. Serinate 2. TGH. Zainul Majedi?, masyarakat rata-rata diam tak punya jawaban.
Dari hasil pantauan lapangan ini –walau skalanyanya kecil- tampak popularitas bawah TGB dan Srinate di arus menempati rangking tertinggi. Sebagian masyarakat mengaku dengan dengan nama Tuan Guru Bajang karena ceramah-ceramahnya melalui radio dan cerita orang-orang. Sementara Srinate dikenal masyarakat karena posisi incumbentnya sebagai Gubernur NTB saat ini.
Jika melihat hasil ‘kecil’ survei ini nampaknya popularitas pasangan Serius dan TGB di arus bawah sama-sama menggila. Namun, kesempatan menang antara keduanya masih fivety–fivety dan terbuka lebar. Apalagi jika dilihat dari sikap “diam” masyarakat ketika ditanya seandainya memilih hari ini, yang menunjukkan sepertinya terdapat pertimbangan-pertimbangan lain di hati kecil yang samasekali tak bisa di survei.
Bagaimana dengan dua pasangan lainnya, Naja dan Zanur? Popularitas dua pasangan ini tampak sebaliknya bahkan dapat dibilang mereka gigit jari. Butuh usaha keras untuk mendongkraknya lewat Advertising Politics yang lebih kenceng lagi. Hal ini wajar, karena secara sosial, nama keduanya nyaris tak membumi di masyarakat NTB. Nanang Samoedra jarang bersentuhan dengan masyarakat walawu ia menempati jabatan strategis sekretaris daerah-nya, begitu juga dengan Zaini Aroni yang terlihat elitis dengan jabatan kepala dinasnya di Dikpora.
Keajaiban Politik
Walau demikian, tak ada takdir dalam politik. Semuanya jarang bisa di tebak. Sementara popularitas hanyalah satu dari sekian indikator penentu kemenangan. Beberapa indikator lain, mesin politik yang kuat, dana yang ‘gede’ dan visi yang ok, tidak bisa dinafikan. Pengalaman pilkada yang sudah-sudah di beberapa daerah menunjukkan banyak keajaiban politik terjadi. Seorang calon yang diawal-awal pilkada tak punya daya tawar, popularitasnya nihil, namun keluar sebagai juara diakhir penghitungan suara.
Pengalaman terbaru datang dari pilkada Bonjonegoro. Suyoto, seorang Muhammadiyah yang tidak populis. Diawal-awal masa pencalonan, Suyoto bahkan dipandang sebelah mata oleh berbagai kalangan. Bahkan, ketika Suyoto mengajak calon lain bergabung nyaris tidak ada yang mau karena menganggap Suyoto tidak mewakili segmen politik yang signifikan di kabupaten yang mayoritas Nahdlatul Ulama (NU) itu. Namun luar biasa, Suyoto berhasil keluar sebagai pemenang dengan titel “Orang Muhammadiyah yang menang di kampungnya orang NU”
Di Pilkada NTB bisa jadi demikian. Walau dua pasangan Serius dan TGB secara angka menang telak, pasangan lain Zanur dan Naja bisa saja menyalip di persimpangan jalan. Keempat-empat pasangan masih besar peluang untuk menang.
Tinggal sekarang, sejauhmana masing-masing tim sukses bekerja keras dan bekerja cerdas. Kerja keras dipastikan akan menghasilkan hasil yang maksimal sementara kerja cerdas tentu saja akan menghasilkan efektifitas dan tak banyak yang sia-sia.
Dus, Dalam pilkada NTB, keajaiban-keajaiban politik masih ditunggu. Masyarakat NTB berharap pilkada kali ini bisa menghasilkan pemimpin yang betul-betul pemimpin. Pemimpin yang bisa mengayomi, berlaku adil, menjaga keagamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. Menghasilkan pemimpin yang demikian tidak bisa hanya dengan modal popularitas, uang dan mesin politik yang canggih. Tapi dengan visi dan pengalaman yang tangguh. Kita tunggu saja!. []
• Blogmaster www.opinikampus.wordpress.com
Blog pribadi: www.jhellie.co.nr





kaitokid724 berkata
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di Social Bookmarking Indonesia http://www.infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://bali-nusa-tenggara.infogue.com/menanti_keajaiban_di_pilkada_ntb
EYOCH JORONG berkata
Ass.. pak sbg anggota DPR di bidang pnddkn bgmn mnrt bpk apkh dg gratisx biaya pnddkn dan mnngkatkatx nilai standar kelulusan dapat mnngkatkan mutu penddkan.(MOHON DI JELASKAN)
ZULKHAIROH berkata
ASS..Pak TG SEANDAINYA BPK TDK TERPILIH NANTI MNJD GUBERNUR APA YG AKAN LKUKAN APKH BPK TTP MNJD KETUA DEWAN TANFIDZIYAH ATO BPK MLKUKAN SESUATU YG BGMN ,JELASKAN!!!
Isnaini Pengmas berkata
Ass…sy menudukung TG menjadi gubernur.
nina Pengmas berkata
ass..sya berharap kalo’ nanti tuan guru bajang menjadi gubernur,pengajiannya harus tetap terisi soalnya saya seneng denger pesen2nya
jhellie Maestro berkata
Makasi atas komentar temans semua,
kami tunggu tulisannya yach!
salam
Blogmaster
TGH.Nizar AL-Kadiri berkata
makanya itu perlu pengwalan.
Anonim berkata
NTB butuh pemimpin yg berwawasan politik tinggi serta jiwa robbani.
Meski dmikian khadiran TGB sangat menarik untuk kita nanti.
……by. maskam
Hamdi berkata
memang dalam setiap pilkada selalu ada keajaiban-keajaiban politik diluar dugaan, tidak terkecuali di pilkada NTB, next apa yang terjadi?kita tunggu saja.namun jauh dari pada keajaiban-keajaiban yang akan terjadi, yang terpenting adalah bagaimana Masyarakat NTB melihat pilkada ke depan, mau memilih pemimpin yang seperti apa? itu adalah selera masyarakat yang ada.tentunya siapapun yang akan terpilih harus mampu menjadi seorang Pemimpin yang bisa mengayomi, berlaku adil, menjaga keagamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. Gubernur NTB kedepan harus mampu membawa peningkatan disegala sektor, bnaik kesejahteraan, meningkatkan potensdi daerah yang ada, baik dari SDA maupun SDM. karena yang kita tahu bahwa masyarakat NTB khususnya masyarakat yang ada di pulau Lombok kurang mampu mencuri perhatian Nasional, padahal potensi SDM yang dimiliki tidak kalah dengan daerah lain. ayo masyrakat NTB saatnya untuk menentukan arah langkah mu kedepan, tuk menjadi masyarakat yabng sejahtera berwawasan futuristik
Tantowi J berkata
wajar saja masyarkat NTB tidak punya jawaban antara memilih T.G bajang atau L. Srinate. memilih keduanya adalah dilema. T.G bajang mungkin sosok yang masih “bersih” tapi pengalaman politiknya perlu dipertanyakan bahkan tidak sangat kntradktif sekali dengan L. Srinate yang punya pengalaman politik & birokrasi cukup tinggi tapi sayang dia “bermasalah” (dugaan korupsi). so u mau pilih salah satu diantara dua atau calon yang lain…
Pepeq berkata
TGB ternyata “sangat cerdik” dan “cermat”.
Meski “mungkin” pengalaman birokrasinya “masih kurang” dibanding dengan calon lainnya, TGB dapat menutupinya dengan mengandeng seorang pasangan birokrat yang “pandai”.
Menurut pengamatan saya: “Pasangan Baru, merupakan pasangan yang saling melengkapi, boleh di bilang “simbiosis mutualisme”.
Akhirnya saya hanya bisa berharap: “Semoga Pasangan Baru dapat membawa masyarakat NTB kearah kesejahteraan, kemakmuran dan keberkahan, semoga demokrasi yang arif senantiasa hidup di bumi NTB”.
yanti berkata
SALAM PERJUANGAN!!!!!!!!!!!!!!!!!
MA KASIH ATAS SEMUA IDE DAN OPINI YANG TELAH DIBERIKAN.
SEMOGA APA YANG MENJADI IMPIAN KITA UNTUK MENDAPATKAN SOSOK FIGUR UMMAT MENJADI KENYATAAN, BUKAN HANYA KHAYALAN SEMU BELAKA.
KEPADA SEMUA WARGA NTB, MARILAH KITA WUJUDKAN PILKADA YANG JURDIL, JANGAN ANDA MENGGADAIKAN PILIHAN ANDA DEMI SEMUA KEPENTINGAN SEMATA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
DAN BAGI SEMUA SIMPATISAN TGB, MARI SOLIDKAN BARISAN DAN LURUSKAN NIAT, SEMOGA APA YANG MENJADI IMPIAN DAPAT TERWUJUD, AMIN!!!!!!!!!!!!!!
ALLAHHUAKBAR!!!!!!!!!!!!!!!
KOBARKAN SEMANGAT JUANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
37degree berkata
sayang sekali saya tidak bisa ikut memilih,,
smg hasilnya nanti dapat membawa perbaikan NTB ke depannya, insyaAllah, aamiin…
Baiq berkata
Siapapun yang jadi Gubernur NTB harus bisa membawa NTB menuju kemakmuran Dan menurut saya Infrastruktur di NTB sangat belum memadai ini yang menjadi PR bagi Gubernur yang akan datang.
Hesthi.widodo berkata
Saya bukan penduduk asli ntb, tp sy pernah tinggal di ntb,, selama saya disana,sy melihat banyak sekali potensi2 alam yg layak dikembngkan+dibudidayakn,, sy yakin hasilnya akan melimpah ruah, maka dari itu anda2 sekalian yg punya suara di NTB musti hati2 dalam menentukan pilihan,, karena menurut sy kandidat yg udah teruji dan terbukti dalam hal pengelolaan kekayaan alam+pariwisata serta pemanfaatan hasil2nya adalah pasangan
Drs.L.SERINATE & HUSNI JIBRIL
(Nomor.3).. +++
uje for ntb berkata
Tuan Guru Bajang…
Kamilah Pendukungmu
Setia Reformasi
Berani Berkorban Untukmu
Tuan Guru Bajang Insyaalah Menang
Rakyat NTB pasti-lah Senang
Pribadi NTB-Ku
NTB yang BARU
NTB yang BARU
NTB yang BARU
Hidup TGB coblos Nomor 2…ingat – ingat …cling
Rejackast dari sabang aceh berkata
Ass..salam dari Sabang- nanggroe aceh darussalam
Tiang bajank kopang loteng…sayang tiang g bs milih..yah jd sasak rantau ya gini,hak suara hilang…
Jgn heran ntar byk suara hilang,…btw
Ok hanya doa yg tiang kirim moga semeton selapuk g salah milih..
N mg ntb maju,lht potensi yg
Ada..wisata n emas wowww g kalah dueh
Kbri yah hasilx di seven_7ack@yahoo.com
ferip berkata
wanita adalah tiang negara, apabila baik wanita maka baik pula negara, apabila buruk wanita buruk pula negara, jadi wanita merupakan tolak ukur baik dan buruknya negara.
eka putra wijaya berkata
assalamualaikum tuan guru… selamat atas telah terpilihnya tuan guru sebagai pemimpin umat saat ini. tolong bimbing kami orang-orang kecil seperti kami ini menuju perubahan yang benar-benar real dan menjadikan kami makmur, terbebas dari belenggu kaum penguasa, bebas beraspirasi serta khususk dalam menjalankan setip bentuk peribadatan kami
Aris berkata
Semeton Jum,
SEdikit koreksi bahasa Inggris: fifty-fifty bukan fivety-fivety
Teruskan berkarya
salam
Blogmaster OPUS berkata
Semeton aris,
Tengkiyu atas koreksinya…
Yang menjadi penghambat saya menulis opini itu sampai tiga hari berturut-2 karena soal “fifty-fifty-fivety-fivety” itu, mana yang benar?. Maklum inggris saya lemot banget.
Sekarang saya tahu jawabannya…terima kasih banyak gih!!
Salam
Jhellie Maestro
Anonim berkata
SEKARANG TGB SUDAH MENAG DAN NTB AKAN SEJAHTRA !
tio berkata
HARUS BISA MENERIMA PERBEDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN