<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pluralitas dan Masyarakat Sipil</title>
	<atom:link href="http://opinikampus.wordpress.com/2008/05/17/pluralitas-dan-masyarakat-sipil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://opinikampus.wordpress.com/2008/05/17/pluralitas-dan-masyarakat-sipil/</link>
	<description>Berani, Kreatif dan Bertanggungjawab</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Dec 2009 14:22:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Fajar Rif'atillah</title>
		<link>http://opinikampus.wordpress.com/2008/05/17/pluralitas-dan-masyarakat-sipil/#comment-913</link>
		<dc:creator>Fajar Rif'atillah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 16:28:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://opinikampus.wordpress.com/?p=198#comment-913</guid>
		<description>jikalau benar agama adalah hasil daya pikir individu / komunitas.. apakah yang paling layak untuk menuntun manusia dengan segenap masalhanya dalam merogoh masa depan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jikalau benar agama adalah hasil daya pikir individu / komunitas.. apakah yang paling layak untuk menuntun manusia dengan segenap masalhanya dalam merogoh masa depan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ARUManiez!</title>
		<link>http://opinikampus.wordpress.com/2008/05/17/pluralitas-dan-masyarakat-sipil/#comment-329</link>
		<dc:creator>ARUManiez!</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 07:50:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://opinikampus.wordpress.com/?p=198#comment-329</guid>
		<description>so....
definisi nilai keragaman itu sendiri apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>so&#8230;.<br />
definisi nilai keragaman itu sendiri apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: indria</title>
		<link>http://opinikampus.wordpress.com/2008/05/17/pluralitas-dan-masyarakat-sipil/#comment-328</link>
		<dc:creator>indria</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 05:42:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://opinikampus.wordpress.com/?p=198#comment-328</guid>
		<description>Well,apakah yang Anda maksud adalah masyarakat Indonesia seharusnya berusaha untuk menjadi pribadi yang memiliki prinsip &quot;itu urusan kamu,dan jangan campuri urusan saya&quot;?
Satu-satunya alasan mengapa terbentuk wilayah NKRI adalah kesamaan keinginan dan hasrat untuk merdeka dari VOC.Setelah NKRI terbentuk dari pemetaan yang dirumuskan oleh PPKI,barulah bangsa Indonesia yang sangat beragam budaya dan agamanya itu bersatu untuk memperjuangkan &quot;apa-apa&quot; yang belum diperjuangkan pada waktu pasca kemerdekaan.Bersatu-padunya bangsa Indonesia sehingga bisa merdeka hanya karena memiliki kesamaan keinginan dan hasrat untuk lepas dari belenggu kapitalisme,bukan yang lain-lain.Itu pula yang menjadi salah satu faktor timbulnya Pancasila sebagai &quot;weltanschaung&quot; NKRI.
Jadi komentar saya,kurang tepat apabila damainya kehidupan bermasyarakat di Indonesia yang Anda maksud adalah karena kesadaran pluralitas budaya dan agama.
Kesadaran masyarakat terhadap keragaman budaya dan agama di Indonesia memang menjadi kekuatan,menurut tulisan Anda.Boleh saya tahu,kekuatan apa yang Anda maksud?
Kesadaran masyarakat terhadap keragaman budaya dan agama di Indonesia menjadi dasar kekuatan seluruh bangsa Indonesia untuk terus mencintai tanah air dan bersemangat memperjuangkan terus sampai kapanpun kemerdekaan ini sesuai dengan apa yang telah diamanatkan Pancasila,bukan menjadi kekuatan yang lain daripada itu.Inilah opini saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Well,apakah yang Anda maksud adalah masyarakat Indonesia seharusnya berusaha untuk menjadi pribadi yang memiliki prinsip &#8220;itu urusan kamu,dan jangan campuri urusan saya&#8221;?<br />
Satu-satunya alasan mengapa terbentuk wilayah NKRI adalah kesamaan keinginan dan hasrat untuk merdeka dari VOC.Setelah NKRI terbentuk dari pemetaan yang dirumuskan oleh PPKI,barulah bangsa Indonesia yang sangat beragam budaya dan agamanya itu bersatu untuk memperjuangkan &#8220;apa-apa&#8221; yang belum diperjuangkan pada waktu pasca kemerdekaan.Bersatu-padunya bangsa Indonesia sehingga bisa merdeka hanya karena memiliki kesamaan keinginan dan hasrat untuk lepas dari belenggu kapitalisme,bukan yang lain-lain.Itu pula yang menjadi salah satu faktor timbulnya Pancasila sebagai &#8220;weltanschaung&#8221; NKRI.<br />
Jadi komentar saya,kurang tepat apabila damainya kehidupan bermasyarakat di Indonesia yang Anda maksud adalah karena kesadaran pluralitas budaya dan agama.<br />
Kesadaran masyarakat terhadap keragaman budaya dan agama di Indonesia memang menjadi kekuatan,menurut tulisan Anda.Boleh saya tahu,kekuatan apa yang Anda maksud?<br />
Kesadaran masyarakat terhadap keragaman budaya dan agama di Indonesia menjadi dasar kekuatan seluruh bangsa Indonesia untuk terus mencintai tanah air dan bersemangat memperjuangkan terus sampai kapanpun kemerdekaan ini sesuai dengan apa yang telah diamanatkan Pancasila,bukan menjadi kekuatan yang lain daripada itu.Inilah opini saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
