Ditulis oleh The Young Community di/pada Mei 19, 2008

Popularitas hanyalah satu dari sekian indikator penentu kemenangan dalam Pilkada. Beberapa indikator lain, mesin politik yang kuat, dana yang ‘gede’ dan visi yang ok, tidak bisa dinafikan. Pengalaman pilkada yang sudah-sudah di beberapa daerah menunjukkan banyak keajaiban politik terjadi. Seorang calon yang diawal-awal pilkada tak punya daya tawar, popularitasnya nihil, namun keluar sebagai juara diakhir penghitungan suara. Mungkinkah di NTB terjadi demikian?
Oleh : Achmad Jumaely*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya, Demokrasi, Politik, Politik Lokal, Sosial | 23 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Mei 17, 2008

Budaya dan agama sebetulnya adalah “kodifikasi” prilaku dan hasil olah pikir individu dan komunitas tertentu. Sialnya, dalam kondisi begitu, Agama dan Budaya kerap tampil “bengis” dengan mendaku kebenaran hanya ada di pihaknya. Karena itu, dimasa depan, Agama dan Budaya mesti melihat keragaman sebagai modal sosial yang harus terus diberdayakan. Hanya dengan cara itu, masyarakat sipil bisa kuat serta agama dan budaya bisa kembali ke spirit awalnya, “memanusiakan manusia” dengan seutuhnya.
Oleh : AA. Yon-Q junjung Sadena
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama-agama, Budaya, Demokrasi, Islam, Sosial | 3 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Mei 17, 2008

Demi keadilan dan sejarah yang benar, maka reformasi harus kembali kepada khittahnya. Dalam mengisi reformasi, tidak perlu berjuang memperoleh status pahlawan, tetapi bagaimana merubah keadaan agar korban-korban seperti yang terjadi pada masa Orde baru dan perjuangan Reformasi 1998 tidak hadir kembali dalam memory sejarah bangsa.
Oleh: Muhammad Nasir
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Demokrasi, Politik, Sosial | 3 Komentar »