Blog Opini Kampus

Berani, Kreatif dan Bertanggungjawab

Arsip untuk Januari, 2008

Kebebasan Beragama Tersandung ‘Beda Pendapat’

Ditulis oleh The Young Community di/pada Januari 25, 2008

36386667454625l.jpg
Di tengah-tengah keterpurukan umat Islam dan krirsis kepemimpinan, masih banyak kelompok tertentu melakukan perbuatan senonoh dalam menyelesaikan persoalan dengan jalan pintas. Adalah budaya baku hantam menjadi jurus pamungkas guna menumpas semua golongan yang berbeda.
Oleh Ibn Ghifarie*

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama-agama, Demokrasi, Sosial | 2 Komentar »

Prakiraan Sosial-Politik 2008

Ditulis oleh The Young Community di/pada Januari 25, 2008

icon_pemimpin_pilkada.jpg
Tanpa komitmen yang kokoh dari semua pemangku kepentingan, mustahil perhelatan demokrasi bisa berlangsung dengan lancar. Kabar dari Pilkada Sulawesi Selatan dan Maluku Utara yang “acak-adut” sebagai takaran timbang untuk segenap kita ber-tabayyun. Bahwa politik tidak orisinil dari kepentingan kekuasaan, kendati demikian kekuasaan mesti mendekati marjin orisinil serta menjauh dari potensi menyimpang.

Oleh: Mujaddid Muhas*

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Demokrasi, Politik, Politik Lokal, Sosial | 1 Komentar »

Menggugat Kartini, Kartini Menggugat

Ditulis oleh The Young Community di/pada Januari 25, 2008

kartini_1.jpg
Bukan sekedar menggugat, tetapi berani merubah merupakan suatu ketegasan pilihan hidup yang tentu saja syarat dengan konsekwensi dan kontraversi. Menentukan posisi ternyata jauh lebih sulit dari pada sekedar melakukan gugatan. Namun kesulitan itu tidak serta merta membunuh kreatifitas kita untuk menentukan dimana kita berpijak.

Oleh: MAIA RAHMAYATI SABRI*

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya, Demokrasi, Perempuan, Sejarah, Sosial | 2 Komentar »

Mencari Pemimpin Alternatif

Ditulis oleh The Young Community di/pada Januari 18, 2008

saifulbmp.jpg
Munculnya kepemimpinan nasional Orde Baru dan Orde Demokrasi sekarang memang tidak bisa dibandingkan, tapi ada kesamaan yang sangat krusial: ketiga orde tersebut dimulai dari krisis ekonomi-politik. Orde Lama diawali dengan instabilitas pemerintahan, separatisme, dan krisis konstitusi; Orde Baru diawali dengan krisis ekonomi dan konflik antara Orde Lama, terutama PKI, dan lawan-lawannya, terutama Angkatan Darat; dan Orde Demokrasi diawali dengan krisis moneter, dan kemudian kerusuhan massal. Dua krisis sebelumnya melahirkan kepemimpinan alternatif yang relatif masih muda, sedangkan krisis moneter 1997 tidak.

Saiful Mujani
* Peneliti Senior Freedom Institute
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Demokrasi, Politik | 1 Komentar »

Teori Batas Muhammad Syahrur Dalam Soal Poligami

Ditulis oleh The Young Community di/pada Januari 15, 2008

anjarnugroho-128.jpg
Demikian praktek poligami (tak terbatas) telah menjadi fenomena yang sudah lama dikenal jauh sebelum Islam, sehingga tidak tepat jika menuduh Islam sebagai agama yang pertama memperkenalkan poligami dalam sejarah hidup manusia. Tetapi justru Islam yang pertama kali berupaya untuk membenahi (mereformasi) praktek-praktek poligami yang tanpa batas tersebut yang dinilai mensubordinatkan posisi perempuan, dan pada akhirnya mendhalimi perempuan.

Oleh : Anjar Nugroho
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama-agama, Budaya, Demokrasi, Perempuan | 3 Komentar »

Solusi Masalah Ahmadiyah Indonesia

Ditulis oleh The Young Community di/pada Januari 15, 2008

johan1.jpg
Mengingat hal-hal di atas, saya kira tak ada alternatif lain kecuali melaksanakan ketentuan yang ditegaskan dalam konstitusi dan karena itu tidaklah selayaknya negara ikut campur dalam fenomena sesat-menyesatkan kemudian mengambil tindakan melanggar konstitusi dengan mengurangi, apalagi menafikan, kebebasan berkeyakinan warga negara. Jaminan konstitusi atas kebebasan berkeyakinan adalah jaminan bagi warga negara untuk menganut keyakinannya, entah agama, entah paham keagamaan atau kepercayaan secara tulus tanpa paksaan dari siapa pun dan golongan apa pun. Apabila negara ikut campur atau memihak suatu kelompok dalam fenomena kontroversi pemahaman agama, rasa aman dan berkeyakinan akan terganggu. Penganutan suatu paham keagamaan atau kepercayaan, betapapun anehnya paham tersebut, tidak boleh dikriminalisasikan selama tidak melanggar ketertiban masyarakat dan kesopanan umum. Berbeda atau menyimpang dari paham anutan mayoritas tidak bisa menjadi alasan pelarangan sebuah paham.

Djohan Effendi

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama-agama, Demokrasi, Politik, Sosial | 6 Komentar »

Menggugat Narsisme Religiositas

Ditulis oleh The Young Community di/pada Januari 11, 2008

1_945153121m.jpg
Setiap kali ritus ibadah dijalani, setiap itu pula hadir kemungkinan adanya kesadaran penting soal kritik dari Allah. Seperti ibadah-ibadah lainnya, momen Iduladha yang baru kita lalui adalah sebuah interupsi dari Allah. Kita sering tak menyadari masih belum memahami ibadah sebagai proses “tahu diri”. Diri kita sudah terlalu berkarat oleh kotoran hawa nafsu yang jarang dikoreksi. Oleh sebab itu, setiap konsepsi ibadah memberi wilayah yang luas untuk tumbuh kembangnya kritik. Semua itu mesti dilakukan dalam rangka membangun ketakwaan. Tentu saja, kualitas ketakwaan hanya bisa dikokohkan melalui proses belajar sepanjang hidup (lifelong education). Proses belajar itu bisa dilakukan dengan kemauan keras untuk introspeksi (muhasabah) terus-menerus.

Oleh : Badru Tamam Mifka

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama-agama, Sosial | Leave a Comment »