<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengarifi Batas Aurat Perempuan</title>
	<atom:link href="http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/</link>
	<description>Berani, Kreatif dan Bertanggungjawab</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Dec 2009 14:22:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Annisa</title>
		<link>http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/#comment-955</link>
		<dc:creator>Annisa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 14:00:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/#comment-955</guid>
		<description>Maaf pak,,,,,,,,,,,
seandainya ini di zaman Rasulullah.....
Darah bapak itu dihalalkan..... 
Karena bapak trmasuk orng yg sesat dan jg menyesatkn orang lain.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf pak,,,,,,,,,,,<br />
seandainya ini di zaman Rasulullah&#8230;..<br />
Darah bapak itu dihalalkan&#8230;..<br />
Karena bapak trmasuk orng yg sesat dan jg menyesatkn orang lain&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Imam Yahya</title>
		<link>http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/#comment-585</link>
		<dc:creator>Imam Yahya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 07:16:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/#comment-585</guid>
		<description>Ha ha ha, iya juga sih kang Fawaiz, kalu kita lihat asbabun nuzul ayat dan konteks sosial fiqh itu dibuat. Iya itu PR bersama agar prnografi pornoaksi dan yang satunya pornowicara bisa diminimalisir tanpa harus melanggar ruh tasyri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ha ha ha, iya juga sih kang Fawaiz, kalu kita lihat asbabun nuzul ayat dan konteks sosial fiqh itu dibuat. Iya itu PR bersama agar prnografi pornoaksi dan yang satunya pornowicara bisa diminimalisir tanpa harus melanggar ruh tasyri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: TGH.Nizar AL-Kadiri</title>
		<link>http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/#comment-71</link>
		<dc:creator>TGH.Nizar AL-Kadiri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 04:54:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://opinikampus.wordpress.com/2007/12/14/mengarifi-batas-aurat-perempuan/#comment-71</guid>
		<description>oke dah pak, memang masih kontrfersi batasannya. tapi itukan bukan halangan buat kita untuk mematoknya. kalau anda saja sudah yakin pasti ada satu yang benar dalam kontroversi tersebut, kenapa tidak coba ditunjukkan. jangan justru menjadi tukang cet abu-abu seperti ini.
satu hal lagi, aurat itu berbeda menurut siapa di otu (budak atau orang merdeka), tapi sekarang masih adakah perbudakan? masihkah ada seorang bugak dalam dunia ini? kalu ada, maka telah gagal MUHAMMAD menyampaikan risalah islam ini.
kalau kemudian ada yamh berbicara aurat denagn batasan ruang dan budaya, maka saya akan balik bertanya, apakah bagian tubuh yang disebut aurat untuk orang disana tidak dimiliki oleh mereka yang sekarang disisni? sangant ironis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oke dah pak, memang masih kontrfersi batasannya. tapi itukan bukan halangan buat kita untuk mematoknya. kalau anda saja sudah yakin pasti ada satu yang benar dalam kontroversi tersebut, kenapa tidak coba ditunjukkan. jangan justru menjadi tukang cet abu-abu seperti ini.<br />
satu hal lagi, aurat itu berbeda menurut siapa di otu (budak atau orang merdeka), tapi sekarang masih adakah perbudakan? masihkah ada seorang bugak dalam dunia ini? kalu ada, maka telah gagal MUHAMMAD menyampaikan risalah islam ini.<br />
kalau kemudian ada yamh berbicara aurat denagn batasan ruang dan budaya, maka saya akan balik bertanya, apakah bagian tubuh yang disebut aurat untuk orang disana tidak dimiliki oleh mereka yang sekarang disisni? sangant ironis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
