Ditulis oleh The Young Community di/pada April 25, 2007

Dan yang paling parah, fikiran-fikiran mereka harus dibersihkan melalui penertiban buku-buku perpustakaan yang beraliran ‘sesat’ semacam Marx, Lenin, Poulo Preire, Saltre, Sahrur, Abed Aljabiri dan lain-lainnya. Untuk masa tidak ditentukan, buku-buku itu harus gudangkan dulu atau jika perlu dimusnahkan saja lalu diganti dengan buku-buku Islam kanan macam Hasan Albana, Faudzil Adhim atau bahkan Hartono Ahmad Jaiz. Mengapa ini dilakukan?, orang-orang itu akan menjawab, demi menghindari “Su’udzon” Tuan Guru yang katanya IAIN telah jadi ajang pemurtadan.
Oleh: ACHMAD JUMAELY*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama-agama, Islam, Korupsi, Pendidikan, Politik Lokal, Sosial | 5 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada April 25, 2007

Bukan berarti pilihan rakyat merupakan pilihan terbaik. Tetap saja terbuka terjadinya ‘manipulasi’ melalui politik pencitraan untuk memenangkan salah satu calon. Misalnya saja dengan penggambaran salah satu calon merupakan ‘korban penganiayaan’ rezim berkuasa untuk mengundang simpati pemilih. Memanfaatkan sifat rakyat Indonesia yang gampang trenyuh berbondong-bondonglah memilih pemimpin itu. Padahal kualitas calon tersebut jauh dari memuaskan, dan beberapa saat kemudian menghadirkan kekecewaan bagi pendukungnya. Tetapi yang pasti, pemimpin yang dipilih secara langsung merupakan perwujudan keinginan mayoritas pemilih.
Oleh : ROBYAN ENDREW BAFADHAL*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Demokrasi, Korupsi, Politik, Politik Lokal, Sosial | 1 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada April 25, 2007

Namun mengapa Demokrasi Pilkades itu diwarnai kekerasan? Apakah demokrasi memang cenderung mengakibatkan permusuhan? Apakah ini karena “miskinnya” pemahaman masyarakat pelosok tentang demokrasi itu sendiri? Atau karena kebijakan pemerintah yang kurang artisipatif dalam penyelenggaran pilkades demokratis itu?
Oleh: ACHMAD JUMAELY*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya, Demokrasi, Politik, Politik Lokal, Sosial | 1 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada April 25, 2007

Makna taqwa yang tersirat dalam Islam, membingkaikan nilai nilai ketuhanan pada kehidupan sehari hari dengan perasaan percaya diri yang seutuhnya hingga apa yang kita perbuat bermakna bagi diri sendiri dan lebih lebih bagi orang banyak, sadar seutuhnya hidup dalam alam yang sama tetapi penuh dengan perbedaan, yang akan memuncukan perasaan optimis dalam berprilaku sebagai pribadi maupun kelompok dalam komunitas
Oleh : AKHDIYANSYAH*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada April 25, 2007

Asumsi kuat saya, persoalan-persoalan inilah yang menjadikan aktifis mahasiswa kian hari kian kehilangan eksistensi. Saya analogikan, mahasiswa hari ini seperti buih dilautan, kuantitas mereka luar biasa tapi diwaktu yang sama mereka tak bisa berbuat karena tidak berkualitas. Buih yang ringan, sebagai simbolisasi ketidakbermaknaan mereka dalam ombang-ambing gelombang peradaban.
Oleh: ACHMAD JUMAELY*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Mahasiswa, Pendidikan, Politik Lokal, Sosial | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada April 25, 2007
Oleh: ACHMAD JUMAELY
Maha benar Allah yang maha mengetahui segala apa yang kita perbuat. Ceritanya begini. Suatu malam, dikost saya yang terletak di Pejeruk Dasan Agung Mataram, saya dan dua teman saya sangat lapar. Uang kami betul-betul habis, sementara tak sesuatupun ditempat itu yang bisa dimakan. Saya melirik Kemeras (Ember yang kami buat mewadahi beras), saya membongkar wadah itu, saya temukan hanya setengah gelas tersisa disana. Saya tersenyum sebentar. Tapi tak lama, saya teringat minyak kompor yang habis sejak lusa lalu.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada April 25, 2007

Bukan sekedar menggugat, tetapi berani merubah merupakan suatu ketegasan pilihan hidup yang tentu saja syarat dengan konsekwensi dan kontraversi. Menentukan posisi ternyata jauh lebih sulit dari pada sekedar melakukan gugatan. Namun kesulitan itu tidak serta merta membunuh kreatifitas kita untuk menentukan dimana kita berpijak.
Oleh: MAIA RAHMAYATI SABRI*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »